Pencarian

FK Undip dan UGM Gelar Konferensi Internasional di Semarang, Bahas AI hingga Sistem Kesehatan Berkelanjutan

Sabtu, 15 Agustus 2026 • 16:54:31 WIB
FK Undip dan UGM Gelar Konferensi Internasional di Semarang, Bahas AI hingga Sistem Kesehatan Berkelanjutan
peneliti mempresentasikan hasil kajiannya dalam The 10th International Conference on Translational Medicine and Health Sciences (ICTMHS) yang digelar secara hybrid di Semarang, 14–15 Agustus 2026.

SEMARANG — Sebanyak 109 peneliti mempresentasikan hasil kajiannya dalam The 10th International Conference on Translational Medicine and Health Sciences (ICTMHS) yang digelar secara hybrid di Semarang, 14–15 Agustus 2026. Konferensi yang mengusung tema "Bridging Innovation and Technology for Promoting Health & Wellbeing" ini diikuti 160 peserta dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Cina, Pakistan, dan Uganda.

Acara ini diselenggarakan FK Undip bersama Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM), Kulliyah of Nursing International Islamic University Malaysia (IIUM), serta School of Health Sciences Universiti Sains Malaysia.

Ruang Diskusi AI dan Sistem Kesehatan Masa Depan

Forum ilmiah ini membahas isu strategis yang mencakup AI-driven clinical decision support systems, digital public health surveillance, hingga sustainable healthcare systems. Topik yang dipresentasikan para peneliti juga menyentuh kesehatan mental, penuaan dan kualitas hidup, transformasi digital pelayanan kesehatan, serta pelayanan genetik di Indonesia.

Ketua panitia The 10th ICTMHS, Ns. Sripadma Sari, S.Kep., MNS, PhD, menegaskan transformasi kesehatan membutuhkan kolaborasi berbagai disiplin ilmu. Menurutnya, teknologi, penelitian, pendidikan, dan keterlibatan masyarakat harus berjalan sinergis untuk menghasilkan solusi yang relevan.

"Transformasi kesehatan membutuhkan kolaborasi berbagai disiplin ilmu dan pemangku kepentingan. Melalui konferensi ini, kami ingin mempertemukan gagasan, hasil penelitian, inovasi, dan pengalaman dari berbagai negara untuk bersama-sama membangun sistem kesehatan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus berorientasi pada kebutuhan masyarakat," ujarnya.

Menghadirkan Pakar dari Lima Negara

ICTMHS ke-10 ini menghadirkan narasumber dari Indonesia, Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Singapura, dan Malaysia. Para ahli tersebut berdiskusi mengenai integrasi inovasi teknologi yang tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan, tetapi juga memperluas akses kesehatan di tingkat nasional dan global.

Konferensi dibuka oleh Wakil Direktur Reputasi, Kemitraan dan Konektivitas Global (RKKG) Universitas Diponegoro, Pulung Widhi Hari Hananto, S.H., M.H., LL.M., bersama Dekan Fakultas Kedokteran Undip, Prof. Dr. dr. Yan Wisnu Prajoko, M.Kes., Sp.B., Subsp.Onk(K).

Kolaborasi Lintas Negara untuk Dampak Nyata

Melalui dialog ilmiah ini, penyelenggara berharap lahir kolaborasi penelitian dan penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan. Konferensi ini juga menegaskan komitmen institusi untuk membangun ekosistem kesehatan yang memanfaatkan kemajuan teknologi tanpa mengesampingkan aspek kemanusiaan dan pemerataan.

Kegiatan ini didukung oleh Bank Tabungan Negara (BTN), Ika Medica (Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro), Wardah, Wastra Batik, dan Dexa Medica.

Follow jatengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jatengpos.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks