Pencarian

Anggaran Paskibraka Jateng Susut Jadi Rp 500 Juta, Pemprov Batal Sewa Hotel dan Pangkas Masa Latihan di BPSDM Srondol

Kamis, 13 Agustus 2026 • 12:38:31 WIB
Anggaran Paskibraka Jateng Susut Jadi Rp 500 Juta, Pemprov Batal Sewa Hotel dan Pangkas Masa Latihan di BPSDM Srondol
Anggaran Paskibraka Jawa Tengah dipangkas menjadi Rp 500 juta, sehingga Pemprov membatalkan sewa hotel dan memindahkan karantina ke BPSDM Srondol.

SEMARANG — Persiapan pengibaran bendera di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, pada 17 Agustus 2026 mendatang tetap berjalan, namun dengan standar fasilitas yang jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jawa Tengah, Harso Susilo, mengonfirmasi pemangkasan anggaran yang signifikan ini sudah berlangsung selama dua tahun terakhir.

“Iya signifikan banget. Kebutuhan Paskibra di atas Rp 1 miliar lebih, kami adanya Rp 500 juta-Rp 600 juta,” ujarnya, Selasa (11/8/2026).

Asrama BPSDM Srondol Gantikan Hotel untuk 2 Pekan Karantina

Konsekuensi paling terasa dari susutnya anggaran adalah hilangnya fasilitas menginap di hotel. Para calon paskibraka yang sebelumnya ditempatkan di hotel sebagai bentuk apresiasi, kini harus menempati asrama milik Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDM) di Srondol, Banyumanik.

Harso menjelaskan keputusan ini diambil semata-mata karena pertimbangan efektivitas biaya. Meski begitu, ia memastikan perpindahan lokasi ini tidak akan mengurangi kualitas latihan fisik dan baris-berbaris para siswa.

“Pasukan ini kami inapkan di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDM) di Srondol, Banyumanik,” kata Harso.

Biaya Makan dan Seragam Paskibraka Justru Lebih Mahal dari Jas

Dari sisa anggaran yang ada, Harso merinci pos belanja terbesar justru tersedot untuk kebutuhan logistik harian dan atribut. Ia menyebut biaya seragam Paskibraka yang khas dengan beragam aksesori dan perlengkapannya ternyata lebih mahal dibandingkan setelan jas formal.

“Anggaran tersebut paling banyak tersedot ke makan minum, dan terutama kebutuhan seragam pasukan ini yang lebih mahal daripada baju jas,” ucapnya.

Fokus Pemprov: Jamin Kualitas Upacara 17 Agustus Tetap Prima

Pemprov Jawa Tengah memastikan efisiensi ini tidak akan mengorbankan kekhidmatan upacara detik-detik proklamasi. Seluruh kebutuhan utama, terutama konsumsi selama pelatihan hingga hari-H, tetap menjadi prioritas utama dalam pembelanjaan anggaran.

Dengan skema baru ini, para calon paskibraka akan menjalani pelatihan intensif selama kurang lebih dua pekan di lingkungan BPSDM sebelum akhirnya bertugas di Simpang Lima. Keputusan ini sekaligus menjawab pertanyaan publik mengenai nasib fasilitas peserta didik di tengah kebijakan penghematan belanja daerah.

Follow jatengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: joglojateng.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks