Pencarian

Wali Kota Solo Respati Ardi Ingatkan BPR Milik Pemda: Kenali Kapasitas, Jangan Ikut MotoGP

Selasa, 11 Agustus 2026 • 16:12:31 WIB
Wali Kota Solo Respati Ardi Ingatkan BPR Milik Pemda: Kenali Kapasitas, Jangan Ikut MotoGP
Wali Kota Solo Respati Ardi menghadiri acara penguatan industri jasa keuangan di Solo, Selasa (11/8/2026).

SOLO — Industri jasa keuangan menjadi tolok ukur kondisi perekonomian suatu daerah. Karena itu, penguatan sektor tersebut tidak bisa dilakukan dengan cara yang seragam, melainkan harus memahami kapasitas masing-masing lembaga.

Respati mengibaratkan BPR seperti motor matic yang tidak seharusnya ikut balapan MotoGP. Pernyataan itu bukan berarti BPR harus takut berkembang, melainkan perlu sadar diri dan sadar posisi sebelum menentukan langkah strategis.

"Ini harus tepat. Sadar diri, sadar posisi, seperti mengukur baju. Kita harus mengevaluasi bersama dan mengerti sebuah kapasitas," ujarnya di Solo, Selasa (11/8/2026).

Perubahan Karakter Konsumen Jadi Peluang Ekspansi

Di hadapan jajaran pengelola BPR, Respati menyoroti adanya generation gap atau perbedaan karakter antargenerasi. Perbedaan ini dinilai memengaruhi pola kebutuhan, perilaku konsumen, hingga perkembangan pasar.

Alih-alih menjadi hambatan, bonus demografi dan perubahan market demand justru bisa menjadi peluang bagi BPR untuk memperluas pangsa pasar. Perbankan daerah diminta mulai mencari nasabah baru dan membaca industri yang berpotensi tumbuh.

"Pasti ada prinsip kehati-hatian dan penilaian yang harus dilakukan. Kita tidak boleh menafikan itu. Tetapi kita juga harus berani mengubah konsep untuk melakukan penetrasi ke market yang baru," jelas Respati.

Staf Muda Diminta Jadi Jembatan Inovasi

Respati juga meminta pimpinan perbankan memberi ruang lebih besar kepada generasi muda di internal perusahaan untuk menyampaikan gagasan. Staf dengan perspektif anak muda dinilai mampu menjadi jembatan antara institusi perbankan dan perubahan karakter konsumen.

"Saya ingin mengajak dan menggugah Bapak-Ibu semua untuk lebih memperhatikan generation gap dan lebih mendengarkan staf-staf yang berjiwa muda. Tanyakan inovasinya," kata Respati.

Menurutnya, keterlibatan generasi muda membantu perbankan menemukan pendekatan baru dalam menjangkau nasabah, mengembangkan produk, serta membaca peluang bisnis. Ia menyebut langkah itu sebagai penyambung performa baik industri perbankan ke depan.

Respati berharap penguatan tata kelola, pemahaman kapasitas, dan keterlibatan generasi muda membuat BPR milik pemerintah daerah semakin adaptif dan kompetitif menghadapi perubahan ekonomi serta kebutuhan masyarakat.

Follow jatengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: mettanews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks