TEMANGGUNG — Anggota Komisi E DPRD Jateng, Sinta Laila, menegaskan bahwa panti harus berperan sebagai tempat pengembangan kemampuan, bukan sekadar penampungan. Menurutnya, pelatihan kemandirian menjadi kunci agar para penghuni memiliki masa depan yang lebih baik setelah keluar dari panti.
“Panti tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar, tapi harus melatih kemandirian,” ujar Sinta dalam diskusi dengan pengelola panti.
Bekal Keterampilan untuk Hidup Mandiri
PPS Penganthi selama ini mengandalkan 19 tenaga untuk memberikan pelayanan selama 24 jam. Program bimbingan yang berjalan meliputi pelatihan pijat, olahraga, seni, hingga literasi braille.
Fasilitas pendukung seperti laboratorium orientasi mobilitas dan galeri disabilitas juga tersedia untuk menunjang proses rehabilitasi sosial bagi para penghuni.
Kebutuhan Sarana dan Perluasan Jejaring Kerja
Dalam kunjungan tersebut, pengelola panti menyampaikan sejumlah kebutuhan prioritas. Di antaranya pengadaan komputer bersuara yang ramah tunanetra, pembangunan gudang, serta penguatan kerja sama dengan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
Kerja sama dengan dunia usaha dinilai krusial untuk membuka peluang kerja bagi para lulusan panti. Dengan begitu, keterampilan yang diperoleh selama pembinaan dapat langsung diterapkan di dunia kerja nyata.
Respons Dinas Sosial: Komputer dan Pendidikan Tinggi
Sekretaris Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Widi Nugroho, menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti kebutuhan tersebut. Langkah awal yang dilakukan adalah menyalurkan aset komputer yang tersedia serta memproses pengadaan komputer dengan perangkat pendukung khusus tunanetra.
“Kesempatan pendidikan harus terus dibuka. Mereka yang memiliki potensi perlu didorong untuk melanjutkan pendidikan agar memiliki pilihan yang lebih luas setelah keluar dari panti,” kata Widi.
Dinas Sosial juga mendorong optimalisasi lahan panti untuk program ketahanan pangan. Hal ini dinilai mampu memberikan aktivitas produktif sekaligus menunjang kebutuhan konsumsi harian penghuni.
Kunjungan Berlanjut ke Kantor DP3AP2AKB
Setelah dari PPS Penganthi, rombongan Komisi E melanjutkan agenda ke Kantor DP3AP2AKB Kabupaten Temanggung. Pembahasan dalam pertemuan itu difokuskan pada sejumlah isu sosial, seperti penanganan stunting, pemberdayaan perempuan, perluasan layanan Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA), serta penguatan peran perempuan dalam pembangunan dan politik.
Kunjungan kerja ini diharapkan menjadi bahan penyusunan prioritas pemenuhan sarana dan prasarana, sekaligus penguatan jejaring kerja sama untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesejahteraan sosial di Jawa Tengah.