JEPARA — Seorang pelajar madrasah tsanawiyah di Jepara akhirnya bisa bernapas lega. Tunggakan biaya pendidikan yang membebani keluarganya selama ini telah dilunasi oleh Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UIK Tanjung Jati B. Bantuan itu diterima Atta Maulina, siswa MTs Miftahul Huda Kedungleper, yang sehari-hari harus bergantung pada teman untuk berangkat sekolah karena tak punya kendaraan.
Rp1,385 Juta Tunggakan Lunas, Keluarga Dapat Sembako
Total tunggakan yang dibayarkan mencapai Rp1.385.000. Angka itu merupakan akumulasi biaya administrasi sekolah yang belum terbayar akibat keterbatasan ekonomi keluarga Atta. Saat ini, Atta tinggal bersama ibu dan dua kakaknya yang bekerja di sektor informal dengan pendapatan pas-pasan. Sang ayah telah meninggal dunia lima tahun silam, meninggalkan beban hidup yang harus ditanggung sendiri.
YBM PLN UIK Tanjung Jati B tidak hanya melunasi utang sekolah. Mereka juga menyerahkan paket sembako untuk membantu kebutuhan pokok sehari-hari. Langkah ini diambil agar Atta bisa fokus belajar tanpa terganggu persoalan biaya dan pangan.
PLN: Pendidikan Bekal Utama Masa Depan
General Manager PLN UIK Tanjung Jati B, Andi Makkasau, menyebut pendidikan sebagai investasi penting bagi masa depan bangsa. Ia menegaskan bahwa kepedulian PLN tak hanya soal listrik, tetapi juga program sosial yang berdampak langsung ke masyarakat.
“Pendidikan adalah bekal utama untuk meraih masa depan yang lebih baik. Kami berharap bantuan ini dapat mengurangi beban keluarga Atta sehingga ia dapat terus belajar tanpa terkendala biaya administrasi sekolah,” ujar Andi dalam keterangan yang diterima, Senin lalu.
Ia menambahkan, dukungan terhadap generasi muda menjadi bagian dari upaya PLN dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah. “Semoga bantuan ini menjadi motivasi bagi Atta untuk terus berprestasi dan tidak menyerah mengejar cita-cita,” kata Andi.
Dana Zakat Pegawai PLN Disalurkan untuk Pendidikan
Program bantuan ini bersumber dari pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah para pegawai PLN yang dihimpun melalui YBM. Dana tersebut disalurkan ke berbagai program kemanusiaan, termasuk pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.
Bagi Atta, bantuan ini menjadi secercah harapan di tengah keterbatasan. Ia kini bisa kembali bersekolah tanpa dibayangi tunggakan, sementara ibunya tak perlu pusing memikirkan biaya sembako untuk beberapa waktu ke depan.