Pencarian

DLHK Jateng dan BPI Latih 20 Kader Konservasi Muda di Batang, Bekali Materi Identifikasi Flora-Fauna

Kamis, 16 Juli 2026 • 16:38:01 WIB
DLHK Jateng dan BPI Latih 20 Kader Konservasi Muda di Batang, Bekali Materi Identifikasi Flora-Fauna
Dua puluh peserta mengikuti diklat teknis konservasi alam yang digelar DLHK Jawa Tengah bersama PT Bhimasena Power Indonesia di Sedawung Hills, Batang.

BATANG — Dua puluh orang dari berbagai latar belakang kini resmi menjadi kader konservasi alam binaan DLHK Jawa Tengah. Mereka menjalani diklat teknis selama tiga hari, mulai 13 hingga 15 Juli 2026, di kawasan Sedawung Hills, Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang.

Peserta tidak hanya berasal dari pegiat lingkungan Desa Tombo. Ada pula perwakilan komunitas konservasi burung dari Desa Pacet serta karyawan PT Bhimasena Power Indonesia (BPI). Perusahaan pembangkit listrik itu menjadi mitra kolaborasi program ini.

Materi yang Diberikan kepada 20 Kader Konservasi

Kepala CDK Wilayah IV DLHK Jawa Tengah, Gunawan, mengatakan peserta dibekali pengetahuan dasar kehutanan dan ekologi. Mereka juga mendapat praktik langsung identifikasi flora dan fauna di lapangan.

"Melalui diklat ini, peserta dibekali materi kehutanan, dasar ekologi, hingga praktik identifikasi flora dan fauna. Harapannya mereka menjadi pionir pelestarian hutan di Batang," kata Gunawan, Rabu (15/7/2026).

Mengapa Kader Tapak Dianggap Strategis?

Gunawan menjelaskan, pembentukan kader di tingkat tapak merupakan langkah strategis pemerintah. Kehadiran masyarakat yang paham konservasi dinilai mampu memperkuat perlindungan kawasan hutan yang selama ini terbatas pengawasannya.

Menurutnya, para kader ini tidak hanya bertugas menjaga hutan. Mereka juga diharapkan menjadi penggerak edukasi lingkungan di komunitasnya masing-masing sekaligus mitra pemerintah dalam pelestarian sumber daya alam.

Komitmen Perusahaan dalam Pelestarian Lingkungan

General Manager Stakeholder Relation PT Bhimasena Power Indonesia, Aryamir H. Sulasmoro, menegaskan dukungan terhadap diklat ini merupakan bagian dari program keberlanjutan perusahaan. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat menjadi kunci utama.

"Sinergi tersebut diperlukan agar kesadaran menjaga lingkungan semakin kuat," ujar Aryamir.

Program ini menjadi salah satu upaya nyata mencegah kerusakan hutan di Kabupaten Batang yang selama ini menghadapi tekanan alih fungsi lahan dan aktivitas ilegal. Dengan adanya kader konservasi, diharapkan pengawasan dan edukasi bisa berjalan lebih masif hingga ke pelosok desa.

Bagikan
Sumber: jateng.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks