Pencarian

Pulang Nonton Konser, Warga Meteseh Semarang Bertemu Sosok Mirip Tetangga yang Baru Meninggal

Rabu, 03 Juni 2026 • 13:16:01 WIB
Pulang Nonton Konser, Warga Meteseh Semarang Bertemu Sosok Mirip Tetangga yang Baru Meninggal
Warga Meteseh Semarang melaporkan melihat sosok mirip tetangga yang baru meninggal saat pulang dari konser.

SEMARANG — Peristiwa itu terjadi pada malam hari. Seorang pria paruh baya berjalan kaki menuju rumahnya di kawasan Meteseh, Semarang, usai menonton konser musik di pusat kota. Dalam perjalanan, ia melihat seseorang berdiri di pinggir jalan, tepat di bawah lampu penerangan yang temaram.

Sosok itu ia kenali persis: wajah, postur tubuh, hingga cara berdiri sama persis dengan tetangganya yang sudah berpulang tiga hari sebelumnya. Warga itu sontak terkejut dan mengaku sempat membeku di tempat.

Sosok Itu Tidak Menyapa, Hanya Tersenyum

Menurut pengakuannya, sosok tersebut hanya tersenyum dan menatapnya sesaat sebelum menghilang di balik kegelapan. Ia tidak mendengar suara atau sapaan apa pun. Kejadian itu berlangsung tidak lebih dari satu menit, namun membekas hingga ia sampai di rumah.

“Saya yakin itu dia. Saya kenal betul. Wajahnya, cara dia berdiri, semuanya sama. Tapi saya tahu dia sudah meninggal,” ujarnya kepada tetangga lain yang ditemui keesokan harinya.

Warga Setempat Mulai Ramai Membicarakan

Kabar pertemuan itu menyebar cepat di lingkungan RT setempat. Beberapa warga mengaku penasaran dan mendatangi lokasi yang disebut-sebut sebagai tempat kemunculan sosok tersebut. Namun, tak ada satu pun yang kembali melihat hal serupa.

Seorang tokoh masyarakat setempat menyarankan warga untuk tidak terlalu larut dalam rasa penasaran. “Yang penting tetap tenang dan tidak mengganggu. Mungkin ini hanya kebetulan atau faktor kelelahan setelah konser,” katanya.

Fenomena Mistis atau Sugesti?

Psikolog dari Universitas Diponegoro, Semarang, yang enggan disebut namanya, menilai kejadian seperti ini bisa dijelaskan secara ilmiah. Ia menyebut fenomena face pareidolia—kecenderungan otak mengenali wajah pada objek atau bayangan—sebagai salah satu kemungkinan.

“Apalagi setelah menonton konser, kondisi fisik dan mental bisa lelah. Otak bekerja lebih keras menginterpretasikan rangsangan visual. Bisa jadi itu hanya bayangan atau orang asing yang kebetulan mirip,” jelasnya.

Meski demikian, warga yang mengalaminya tetap yakin dengan apa yang dilihatnya. Ia mengaku tidak akan pergi ke lokasi yang sama sendirian dalam waktu dekat.

Bagikan
Sumber: radarsemarang.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks