KLATEN — KONI Klaten tidak ingin urusan kostum tanding hanya menjadi soal administratif. Untuk Porprov XVII mendatang, mereka memilih jalan berbeda: mengundang warga untuk ikut mendesain jersey kontingen. Sayembara ini dibuka sebagai ruang partisipasi publik, sekaligus mencari identitas visual yang benar-benar mewakili semangat Kabupaten Bersinar.
Warga Biasa Bisa Kirim Karya, Ini Syaratnya
Sayembara ini tidak dipungut biaya. Setiap warga Klaten, baik pelajar, mahasiswa, desainer amatir, maupun profesional, bisa mengirimkan karyanya. KONI hanya meminta desain bersifat orisinal dan belum pernah dipublikasikan sebelumnya.
Ketentuan teknisnya cukup sederhana. Desain harus mencantumkan logo KONI Klaten, lambang Kabupaten Klaten, dan tulisan "Klaten" dengan font yang jelas. Warna yang digunakan disarankan mencerminkan karakter daerah, meski tidak ada larangan khusus untuk palet warna tertentu.
Batas akhir pengiriman karya akan diumumkan dalam waktu dekat. KONI juga menyiapkan dewan juri yang terdiri dari pengurus organisasi dan praktisi desain grafis lokal.
Mengapa Sayembara, Bukan Tender Biasa?
Keterlibatan masyarakat dinilai penting. Terutama dalam mendesain seragam kontingen Klaten saat berlaga Porprov agar semangat yang dibawa ke arena tanding selaras dengan dukungan masyarakat. KONI ingin jersey yang dikenakan atlet bukan sekadar kain, melainkan simbol kebersamaan.
Dengan sayembara, KONI juga membuka peluang munculnya bakat-bakat desain lokal yang selama ini belum tersalurkan. Beberapa daerah di Jawa Tengah sebelumnya juga menerapkan pola serupa dan hasilnya cukup positif—jersey yang dikenakan atlet justru banyak diburu warga setelah pertandingan usai.
Porprov XVII: Momentum Kebangkitan Olahraga Klaten
Porprov XVII Jawa Tengah akan menjadi ajang pembuktian bagi kontingen Klaten. Pada edisi sebelumnya, Klaten menargetkan masuk 10 besar, dan persiapan kali ini disebut lebih matang. Sayembara jersey adalah salah satu dari rangkaian persiapan non-teknis yang mendapat perhatian khusus.
KONI berharap, dengan desain yang lahir dari tangan warga sendiri, rasa memiliki terhadap tim kontingen semakin kuat. Saat atlet berlaga, masyarakat tidak hanya menjadi penonton—mereka ikut berkontribusi, bahkan dari cara atlet berpakaian.
Informasi lebih lanjut mengenai teknis pendaftaran dan jadwal sayembara dapat diakses melalui sekretariat KONI Klaten atau media sosial resmi mereka dalam pekan ini.