SEMARANG — Ancaman banjir rob kembali menghantui warga pesisir utara Jawa Tengah. Berdasarkan prakiraan cuaca terbaru BMKG, fenomena pasang air laut pada hari ini diperkirakan mengganggu aktivitas di Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, hingga Pati.
Puncak Pasang Pukul 09.00-14.00 WIB
Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Herbuana Yoga W, menjelaskan bahwa ketinggian air rob mencapai sekitar 0,9 meter pada jam-jam tersebut. “Kondisi ini berdampak langsung pada banjir pesisir di wilayah Pantura,” ujarnya.
Warga yang tinggal di kawasan pesisir dan sekitar pelabuhan diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. Genangan rob berpotensi melumpuhkan akses jalan dan menggenangi rumah-rumah yang berada di dataran rendah.
Cerah Berawan, Tapi Hujan Masih Mengintai di Lereng Gunung
Secara umum, cuaca di Jawa Tengah pada pagi hingga siang hari diprediksi cerah berawan. Namun, BMKG mengingatkan potensi hujan ringan pada sore hingga awal malam, khususnya di kawasan dataran tinggi dan pegunungan seperti Gunung Slamet, Dieng, Sumbing, dan Sindoro.
Kondisi ini menjadi transisi menuju musim kemarau. Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Haritz Syahid Hakim, menyebutkan intensitas hujan mulai berkurang signifikan dalam tiga hari ke depan.
Waspada Karhutla dan Cuaca Panas-Dingin Ekstrem
“Belasan daerah di Jawa Tengah mulai memasuki awal musim kemarau. Kami mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla),” kata Haritz.
BMKG juga mencatat adanya fenomena suhu udara yang terasa lebih panas pada siang hari, namun cenderung lebih dingin pada malam hari. Masyarakat diimbau menjaga kondisi kesehatan dan memastikan kecukupan hidrasi di tengah cuaca yang fluktuatif.
Bagi warga Pantura, prioritas utama hari ini adalah mengamankan barang-barang berharga dan memantau informasi resmi dari BMKG terkait perkembangan tinggi pasang air laut.