Pencarian

Sekolah Dasar di Jawa Tengah Mulai Terapkan "Mode Tandur" untuk Tanamkan Moderasi Beragama pada Murid

Sabtu, 30 Mei 2026 • 22:38:01 WIB
Sekolah Dasar di Jawa Tengah Mulai Terapkan
Siswa Sekolah Dasar di Jawa Tengah mengikuti program "Mode Tandur" untuk menanamkan nilai moderasi beragama sejak dini.

SEMARANG — Konsep "Mode Tandur" mulai diperkenalkan di lingkungan sekolah dasar di Jawa Tengah sebagai metode pembelajaran moderasi beragama. Istilah "tandur" sendiri diambil dari bahasa Jawa yang berarti menanam, merefleksikan proses penanaman nilai-nilai toleransi sejak usia dini secara perlahan dan berkelanjutan. Program ini menekankan pada pembentukan karakter siswa yang mampu hidup berdampingan di tengah perbedaan.

Bukan Sekadar Salat dan Mengaji

Pendekatan ini lahir dari kekhawatiran akan lahirnya generasi yang hanya unggul dalam praktik ibadah ritual namun gagap dalam interaksi sosial. "Mode Tandur" mencoba menjembatani kesenjangan tersebut dengan aktivitas yang mendorong siswa untuk saling memahami. Di dalam kelas, anak-anak diajak untuk berdiskusi tentang perbedaan tradisi, cara beribadah, hingga kebiasaan sehari-hari teman-teman mereka.

"Kita tidak ingin melahirkan generasi yang saleh secara ritual namun gagap secara sosial," demikian pernyataan dari penggagas program tersebut. Pernyataan ini menjadi spirit utama yang mendorong sekolah-sekolah untuk tidak hanya fokus pada nilai akademik dan keagamaan formal, tetapi juga kecerdasan sosial.

Tasamuh dan Tahaddur: Dua Pilar Utama

Dua pilar yang menjadi fondasi program ini adalah tasamuh dan tahaddur. Tasamuh mengajarkan sikap toleran dan lapang dada terhadap perbedaan keyakinan, sementara tahaddur mendorong siswa untuk berperilaku beradab dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Perpaduan keduanya diharapkan mampu membentuk pribadi yang moderat sejak bangku sekolah dasar.

Implementasinya tidak selalu melalui materi pelajaran khusus, melainkan diintegrasikan dalam kegiatan sehari-hari. Misalnya, saat jam istirahat, siswa dari berbagai latar belakang didorong untuk bermain bersama tanpa sekat. Guru juga berperan sebagai fasilitator yang mengarahkan diskusi ketika muncul gesekan kecil akibat perbedaan kebiasaan.

Investasi Jangka Panjang untuk Perdamaian Bangsa

Para pendidik yang terlibat meyakini bahwa menanamkan "Mode Tandur" di sekolah dasar adalah investasi jangka panjang untuk perdamaian bangsa. Dengan membiasakan anak-anak menghargai perbedaan sejak kecil, risiko konflik berbasis identitas di masa depan diyakini bisa ditekan. Program ini tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga melibatkan orang tua dan komunitas sekitar sekolah.

Sejauh ini, respons dari orang tua murid cukup positif. Banyak yang mengaku melihat perubahan perilaku anak-anak mereka di rumah, seperti lebih sering bertanya tentang agama teman mainnya atau menunjukkan sikap saling membantu tanpa memandang latar belakang. Ke depan, model ini diharapkan bisa direplikasi di lebih banyak sekolah dasar di seluruh Jawa Tengah.

Bagikan
Sumber: radarsemarang.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks