JAWA TENGAH — Platform streaming Paramount+ kembali menjadi sorotan, kali ini bukan karena konten orisinalnya, melainkan karena dugaan penggunaan generative AI untuk membuat thumbnail Star Trek II: The Wrath of Khan. Laporan dari Kotaku mengungkap bahwa gambar yang digunakan menampilkan Captain Kirk—diperankan oleh William Shatner—dengan setelan jas dan dasi, pakaian yang tidak pernah dikenakan karakternya sepanjang sejarah Star Trek.
Yang lebih mengherankan, di alam semesta Star Trek yang fiksional, uang dan sistem bisnis tradisional sudah tidak ada. Kemeja flanel dan celana jeans pernah dikenakan Kirk saat mengunjungi Bumi tahun 1930-an, tapi jas formal tidak pernah menjadi bagian dari seragam atau pakaian sehari-harinya.
Kronologi Dugaan Penggunaan AI
Seniman Ryan Estrada adalah salah satu yang pertama mengidentifikasi keanehan ini. Menurut analisisnya, gambar asli Kirk berasal dari adegan retinal scan di film Wrath of Khan. Dalam adegan itu, Kirk mengenakan seragam Starfleet dan tampak dalam close-up dari bahu ke atas.
Estrada berspekulasi bahwa Paramount+ menyukai ekspresi wajah Kirk dari adegan tersebut dan ingin menjadikannya thumbnail. Namun, karena frame asli hanya menampilkan kepala hingga dahi, AI generatif diduga digunakan untuk "menempelkan" kepala Kirk ke tubuh palsu dan memberinya jas bisnis. Hasilnya: rambut terlihat aneh dan tidak alami, serta proporsi tubuh yang janggal.
"Long live AI slop Kirk," tulis Estrada dalam cuitannya yang viral, merujuk pada hasil akhir yang dianggap buruk.
Mengapa Ini Penting untuk Penggemar dan Industri Streaming
Insiden ini bukan sekadar masalah estetika. Bagi penggemar setia Star Trek yang telah menonton puluhan episode dari belasan seri, akurasi visual adalah bentuk penghormatan terhadap warisan budaya pop. Kesalahan kecil seperti kostum yang salah bisa mengurangi kredibilitas platform di mata audiens yang paling loyal.
Di sisi lain, langkah ini menunjukkan kecenderungan industri streaming untuk mengandalkan AI demi menghemat biaya produksi aset visual. Pemilik Paramount, David Ellison, baru-baru ini mengatakan kepada CNBC bahwa perusahaannya "menggunakan teknologi untuk mentransformasi setiap aspek bisnis ini." Jika thumbnail yang buruk adalah pertanda awal, penggemar mungkin harus mulai mengoleksi Blu-Ray sebagai cadangan.
Perbandingan dengan Tren Industri Lain
Penggunaan AI untuk materi promosi sebenarnya bukan hal baru. Beberapa platform dan studio lain juga pernah tertangkap basah menggunakan gambar hasil generasi AI untuk poster atau thumbnail, sering kali dengan hasil yang tidak konsisten. Bedanya, Star Trek memiliki basis penggemar yang sangat peduli pada detail—dari seragam hingga tata letak kapal.
Sampai berita ini diturunkan, thumbnail kontroversial tersebut masih bisa diakses di Paramount+. Kotaku telah mengonfirmasi keberadaannya, dan banyak pengguna internet turut membagikan tangkapan layar. Belum ada pernyataan resmi dari Paramount+ soal apakah mereka akan mengganti thumbnail tersebut atau justru mempertahankannya.
FAQ: Pertanyaan Umum Pembaca
Apakah Paramount+ benar-benar menggunakan AI untuk thumbnail ini?
Belum ada konfirmasi resmi dari Paramount+, tapi analisis dari seniman Ryan Estrada dan pengamatan visual menunjukkan indikasi kuat bahwa generative AI digunakan untuk memperluas gambar asli.
Apa dampaknya bagi pengguna Paramount+ di Indonesia?
Meski Paramount+ belum resmi meluncur di Indonesia, insiden ini menjadi pelajaran bagi platform streaming lokal dan global tentang pentingnya menjaga kualitas konten promosi, terutama untuk waralaba dengan basis penggemar setia seperti Star Trek.