BOYOLALI — Sebuah video yang memperlihatkan sosok mirip pocong dibonceng sepeda motor di jalanan Desa Manggis, Mojosongo, ramai dibagikan di media sosial dan memicu keresahan warga setempat. Polsek Mojosongo yang menerima laporan langsung melakukan penyelidikan dan menemukan fakta bahwa video tersebut adalah konten buatan sekelompok remaja. Kapolsek Mojosongo menyebut aksi itu murni untuk konten media sosial tanpa unsur mistis atau kriminal.
Aksi Malam Hari yang Bikin Geger
Video berdurasi pendek itu memperlihatkan sesosok berbaju putih dengan wajah tertutup duduk di boncengan motor yang melintas di kawasan pemukiman. Warga yang melihat dan menerima kiriman video tersebut sempat panik, mengira ada fenomena mistis di desa mereka. Polisi yang datang ke lokasi usai laporan masuk langsung mengidentifikasi pelaku dari ciri-ciri kendaraan yang terekam.
Bukan Hantu, tapi Konten Kreator Amatir
Setelah ditelusuri, ternyata sosok dalam video adalah remaja laki-laki yang mengenakan kostum pocong buatan sendiri. Rekaman itu dibuat oleh teman-temannya yang juga masih di bawah umur untuk diunggah ke akun media sosial pribadi. “Mereka mengaku iseng dan tidak menyangka videonya akan menyebar luas hingga membuat warga resah,” ujar Kapolsek Mojosongo dalam keterangannya.
Polisi Beri Pembinaan, Bukan Hukuman
Pihak kepolisian tidak melakukan penahanan karena para pelaku masih di bawah umur dan perbuatannya belum masuk ranah pidana berat. Sebagai gantinya, polisi memberikan pembinaan langsung kepada para remaja dan orang tua mereka. Kapolsek mengimbau agar warga tidak langsung percaya pada konten viral yang belum terverifikasi kebenarannya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa konten kreatif di media sosial, terutama yang melibatkan properti menyeramkan, bisa berdampak luas jika tidak mempertimbangkan konteks dan lokasi. Warga Desa Manggis pun kini sudah kembali tenang setelah penjelasan resmi dari polisi.