SOLO — Seekor sapi seberat 1,28 ton dari Presiden Prabowo Subianto menjadi primadona di antara puluhan hewan kurban yang akan disembelih di Masjid Agung Solo pada Idul Adha tahun ini. Sapi dengan bobot setara mobil mini tersebut dikirim langsung dari kandang milik Presiden di kawasan Hambalang, Jawa Barat.
Selain dari Presiden, deretan tokoh lain juga menitipkan hewan kurban ke masjid kebanggaan warga Solo itu. Nama Gibran Rakabuming Raka, Wali Kota Solo, juga masuk dalam daftar panjang penyumbang sapi kurban yang akan dibagikan ke masyarakat.
Panitia Masjid Agung Solo menyebut total ada puluhan ekor sapi dan kambing yang akan dipotong tahun ini. Sebagian besar merupakan titipan dari pejabat pusat hingga pengusaha nasional yang memiliki ikatan emosional dengan Kota Solo.
Berbagi Lokasi dengan Grebeg Besar, Tak Ada Bentrok Jadwal
Uniknya, prosesi penyembelihan kurban di Masjid Agung Solo tahun ini berlangsung bersamaan dengan tradisi Grebeg Besar Keraton Solo. Dua kegiatan besar itu akan berbagi lokasi di kawasan alun-alun utara Solo tanpa saling mengganggu.
Panitia memastikan jadwal pemotongan hewan kurban sudah diatur agar tidak bertabrakan dengan kirab gunungan hasil bumi yang menjadi puncak Grebeg Besar. "Kami koordinasi dengan Keraton sejak sebulan lalu. Semua berjalan lancar," ujar salah satu pengurus Masjid Agung Solo.
Bagi warga Solo, momen ini justru menjadi daya tarik tersendiri. Mereka bisa menyaksikan dua tradisi besar sekaligus: pemotongan kurban skala besar dan pesta rakyat warisan Keraton Mataram.
Daging Kurban untuk Warga Sekitar dan Pondok Pesantren
Daging sapi 1,28 ton dari Presiden Prabowo rencananya akan dipotong dan dikemas dalam ribuan paket. Panitia menargetkan daging kurban tahun ini bisa menjangkau lebih banyak warga di kampung-kampung sekitar Masjid Agung serta pondok pesantren di pinggiran Solo.
Gibran Rakabuming Raka, yang juga putra sulung Presiden Joko Widodo, disebut menitipkan sapi kurbannya untuk dibagikan secara merata ke wilayah yang jarang tersentuh bantuan kurban. "Kami prioritaskan warga yang benar-benar membutuhkan," kata panitia.
Mengapa Sapi 1,28 Ton Bisa Sampai ke Solo?
Sapi seberat itu tidak sembarang bisa dikirim. Panitia harus menyiapkan kandang khusus dan mobil pengangkut berkapasitas besar. Perjalanan dari Hambalang ke Solo memakan waktu hampir 10 jam dengan istirahat di dua titik untuk memastikan sapi tetap sehat.
Setibanya di Masjid Agung, sapi itu langsung ditempatkan di kandang darurat yang diperkuat. Tim dokter hewan juga disiagakan untuk memeriksa kesehatannya sebelum dipotong.
Grebeg Besar: Pesta Rakyat yang Tak Pernah Sepi
Sementara itu, Grebeg Besar Keraton Solo tetap menjadi magnet tersendiri. Ribuan warga diperkirakan memadati alun-alun untuk berebut gunungan yang berisi sayuran, buah, dan jajanan pasar. Tradisi ini sudah berlangsung sejak era Kerajaan Mataram dan menjadi simbol rasa syukur atas hasil bumi.
Perpaduan antara kurban modern dan tradisi keraton ini membuat Idul Adha di Solo selalu punya cerita lebih. Bukan sekadar potong hewan, tapi juga perayaan budaya yang menyatukan semua kalangan.