SRAGEN — Pemerintah Kabupaten Sragen menangkap peluang besar di balik perayaan ganda tahun ini. Hari jadi daerah yang memasuki usia ke-280 tahun jatuh tepat pada momentum Idul Adha, momen yang identik dengan ibadah kurban dan kepedulian sosial.
Semangat Berbagi di Tengah Perayaan Daerah
Bupati Sragen Sigit Pamungkas menyebut perpaduan dua peristiwa besar ini bukan sekadar kebetulan kalender. Menurutnya, ini adalah momentum strategis untuk memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
"Hari jadi Sragen yang berbarengan Idul Adha jadi momentum untuk berbagi terhadap masyarakat yang membutuhkan," kata Sigit dalam pernyataan yang diterima, Senin.
Kurban dan Kebersamaan Jadi Tema Utama
Pemerintah daerah mendorong agar perayaan hari jadi tidak hanya berisi seremoni formal. Sigit mengajak seluruh elemen masyarakat dan aparatur sipil negara untuk menjadikan Idul Adha sebagai sarana menyalurkan bantuan kepada warga kurang mampu.
Distribusi hewan kurban dari lingkungan pemkab direncanakan menyasar wilayah-wilayah yang warganya belum tersentuh bantuan secara merata. Langkah ini sekaligus menjadi simbol bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari infrastruktur, tetapi juga dari kepedulian terhadap sesama.
Dua Perayaan, Satu Pesan Sosial
Perayaan hari jadi Sragen biasanya diisi dengan berbagai kegiatan budaya dan publikasi prestasi pembangunan. Namun, tahun ini pemerintah ingin menggeser fokus ke aksi nyata di lapangan. Idul Adha yang identik dengan penyembelihan hewan kurban dinilai sebagai kanal paling tepat untuk menyalurkan bantuan pangan kepada warga.
Dengan skema ini, peringatan hari jadi tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan juga menjadi pengingat bahwa keberhasilan daerah harus dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. "Ini momentum untuk memperkuat kebersamaan dan gotong royong," ujar Sigit.