SURAKARTA — Puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari 25 komunitas di Surakarta mengikuti pelatihan peningkatan literasi akuntansi yang digelar dosen FEB UMS. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Hibah Integrasi Tri Dharma (HIT) FEB UMS.
Pelatihan berlangsung di Meeting Room Lantai 3 Gedung FEB UMS. Empat narasumber dihadirkan untuk memberikan materi yang berfokus pada penguatan kapasitas pengelolaan keuangan usaha.
Pentingnya Pemisahan Keuangan Pribadi dan Usaha
Maliyana Nur Wijayanti, Ketua Komisi Tetap UMKM, Kewirausahaan, dan Koperasi KADIN Surakarta yang juga pelaku usaha, menyampaikan materi bertajuk “UMKM Cerdas Financial”. Ia menekankan kebiasaan mencatat transaksi secara rutin.
“Penting untuk melakukan pemisahan keuangan pribadi dan usaha serta kebiasaan pencatatan transaksi secara konsisten untuk menjaga kesehatan bisnis,” ujar Ketua tim pengabdian, Dr. Yuni Pristiwati Noer Widianingsih, Senin (25/5).
Yuni juga memberikan materinya sendiri. Ia menegaskan akuntansi bukan sekadar pencatatan, melainkan dasar pengambilan keputusan, perencanaan modal, pengendalian biaya, dan evaluasi usaha.
Standar Pencatatan untuk UMKM
Materi teknis disampaikan oleh Heppy Purbasari, dosen FEB Prodi Akuntansi. Ia memberikan pemahaman tentang pencatatan akuntansi berdasarkan PSAK EMKM (Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah).
Peserta diajarkan pencatatan sederhana, pengelompokan transaksi, serta penyusunan laporan keuangan sesuai standar yang berlaku. Sesi ini dinilai membantu pelaku UMKM yang selama ini kesulitan membedakan arus kas usaha dan pribadi.
Adaptasi Digital untuk Naik Kelas
Sementara itu, Dr. Rochmi Widayanti, dosen FEB Prodi Bisnis Digital, memaparkan materi “UMKM Naik Kelas dan Berkelanjutan”. Ia mendorong pelaku usaha beradaptasi dengan teknologi digital.
Rochmi menyebut penguatan model bisnis dan pemanfaatan teknologi menjadi kunci meningkatkan daya saing UMKM di era digital. Para peserta tampak antusias, terlihat dari diskusi dan sesi tanya jawab yang aktif.
“Peserta juga menyampaikan berbagai pengalaman terkait kendala pencatatan keuangan yang selama ini dihadapi. Materi yang disampaikan dinilai relevan dengan kebutuhan UMKM yang memiliki karakteristik usaha berbeda-beda,” tambah Yuni.
Harapan Pelatihan Lanjutan yang Lebih Teknis
Melalui kegiatan ini, peserta berharap ada pelatihan lanjutan yang lebih teknis dan aplikatif. Tujuannya agar pelaku UMKM bisa menerapkan pencatatan dan pelaporan keuangan secara sederhana sesuai kondisi usaha masing-masing.
“Kegiatan ini diharapkan menjadi kontribusi nyata FEB UMS dalam memperkuat literasi akuntansi, pengelolaan keuangan, serta keberlanjutan UMKM di era digital,” pungkas Yuni.