SURAKARTA — Layanan konsultasi psikolog gratis kini bisa diakses di seluruh Posyandu Plus di Kota Solo. Pemkot Surakarta memastikan 636 posyandu yang tersebar di 54 kelurahan telah dilengkapi tenaga psikolog pendamping.
Sebanyak 70 psikolog profesional diterjunkan untuk memberikan layanan konseling kepada warga yang membutuhkan. Program ini menyasar berbagai kalangan, mulai dari ibu hamil, orang tua dengan anak balita, hingga lansia yang mengalami tekanan psikologis.
Bukan Sekadar Konseling Biasa
Layanan ini tidak hanya menangani gangguan jiwa berat, tetapi juga masalah sehari-hari seperti stres pengasuhan anak, kecemasan, hingga depresi ringan. Warga bisa datang langsung ke posyandu tanpa perlu rujukan dari puskesmas.
“Kami ingin masyarakat merasa nyaman datang ke posyandu, tidak hanya untuk imunisasi atau timbang badan, tapi juga untuk bicara soal perasaan mereka,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta, dr. Siti Wahyuningsih, dalam keterangan resmi.
Dari Mana Saja Bisa Datang
Setiap Posyandu Plus di Solo dijadwalkan mendapat kunjungan psikolog secara bergilir. Jadwal layanan sudah diumumkan di masing-masing kelurahan agar warga bisa merencanakan kedatangan.
Pemkot juga menyediakan layanan konseling jarak jauh bagi warga yang tidak bisa hadir langsung. Cukup menghubungi puskesmas terdekat, petugas akan menghubungkan warga dengan psikolog via telepon atau video call.
Mengapa Ini Penting untuk Solo
Solo termasuk kota dengan tingkat kepadatan penduduk tinggi di Jawa Tengah. Tekanan ekonomi dan sosial kerap memicu masalah kesehatan mental yang tidak tertangani karena biaya atau stigma.
Dengan layanan gratis di posyandu, Pemkot berharap warga tidak lagi ragu mencari bantuan. Program ini juga menjadi salah satu upaya menekan angka gangguan jiwa ringan hingga berat di tingkat komunitas.
“Kami targetkan setiap kelurahan punya psikolog tetap dalam setahun ke depan. Ini baru awal,” tambah dr. Siti.