JAWA TENGAH — Kapolda NTT, Irjen Pol. Rudi Darmoko, membenarkan adanya kerusakan signifikan di sejumlah titik. Pihaknya saat ini masih memfokuskan personel untuk melakukan evakuasi warga dan pendataan dampak gempa.
"Untuk kerusakan masih didata oleh anggota di lapangan, saat ini masih fokus bekerja membantu masyarakat melakukan evakuasi dan himbauan," kata Rudi saat dihubungi, Sabtu (15/8). Seluruh personel di Polres jajaran Flores telah dikerahkan untuk membantu masyarakat.
Kepanikan Warga dan Kerusakan di Tiga Wilayah
Video yang beredar di masyarakat menunjukkan suasana mencekam pasca-gempa. Di Maumere, terlihat calon penumpang di pelabuhan berlarian menyelamatkan diri setelah atap ruang tunggu ambruk. Jalan raya di kota tersebut juga dipenuhi warga yang berusaha mengungsi ke tempat lebih aman.
Di sisi barat Flores, Labuan Bajo yang merupakan gerbang pariwisata super prioritas turut terdampak. Hotel Jayakarta, salah satu akomodasi terbesar di kawasan tersebut, dilaporkan mengalami kerusakan parah pada struktur bangunannya. Sementara itu, Kantor Bupati Manggarai di Ruteng juga tidak luput dari guncangan dahsyat.
Fokus Evakuasi dan Pendataan Kerusakan
Berdasarkan laporan sementara yang dihimpun dari sejumlah video amatir, puluhan bangunan dilaporkan rusak di tiga daerah terdampak. Belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban jiwa, namun aparat kepolisian bergerak cepat mengamankan lokasi dan memastikan keselamatan warga.
Rudi menambahkan, pihaknya masih menunggu laporan detail dari masing-masing Polres terkait tingkat kerusakan infrastruktur. "Seluruh personel di beberapa Polres di Flores sudah dikerahkan untuk membantu masyarakat," ujarnya menegaskan.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Tim gabungan dari TNI-Polri dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat terus bersiaga di lapangan.