PATI — Komisi C DPRD Pati mengakui kondisi Rusunawa Juwana memprihatinkan. Bangunan berlantai dua yang dikelola Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Pati itu kini hanya terisi 27 persen dari kapasitas maksimal.
Atap Bocor Jadi Penyebab Utama Sepi Peminat
Ketua Komisi C DPRD Pati Joni Kurnianto menyebut kerusakan atap menjadi faktor utama warga enggan mendaftar sebagai penyewa. “Rusunawa itu memang pemerintah harus komitmen untuk merawat. Di sana juga ada pembiayaan, kalau rusak parah kan repot, atapnya bocor semua,” kata Joni, Jumat (15/5/2026).
Dari pantauan legislatif, sejumlah kamar di lantai atas tidak bisa difungsikan karena air hujan merembes masuk. Kondisi ini membuat tingkat hunian Rusunawa Juwana jauh dari target awal yang diproyeksikan untuk menampung masyarakat berpenghasilan rendah di kawasan pesisir Pati.
Prioritas Anggaran 2027: Infrastruktur Jalan Lebih Dulu
Joni menjelaskan, DPRD Pati bersama Disperkim saat ini masih memfokuskan alokasi anggaran daerah untuk perbaikan infrastruktur jalan. Target penyelesaian penanganan jalan rusak ditetapkan rampung pada 2027.
“Insyaallah ke depan kota fokus benahi. Kalau sekarang kan kita fokus di jalan,” tandasnya. Setelah target jalan tuntas, barulah perbaikan Rusunawa Juwana masuk dalam daftar prioritas pembangunan berikutnya.
Belum ada angka pasti anggaran yang disiapkan untuk renovasi Rusunawa Juwana. Namun, Joni memastikan perbaikan akan mencakup penggantian atap secara menyeluruh dan penataan ulang unit hunian agar lebih layak huni.
Dampak ke Warga: Harapan Hunian Layak di Pesisir Pati
Rusunawa Juwana sejatinya dibangun untuk menjawab kebutuhan tempat tinggal layak bagi buruh dan nelayan di Kecamatan Juwana. Dengan tarif sewa terjangkau, fasilitas ini diharapkan bisa mengurangi permukiman kumuh di bantaran sungai dan pesisir.
Namun, minimnya perawatan membuat kepercayaan masyarakat rendah. Beberapa warga yang sempat mendaftar memilih mengundurkan diri setelah melihat langsung kondisi kamar yang bocor. DPRD Pati berjanji akan melakukan sosialisasi ulang setelah renovasi selesai agar tingkat hunian kembali meningkat.