Pencarian

Program Dokter Spesialis Keliling di Purworejo Jemput Bola ke 21 Desa, 3.455 Warga Terlayani Sepanjang 2026

Selasa, 12 Mei 2026 • 12:16:14 WIB
Program Dokter Spesialis Keliling di Purworejo Jemput Bola ke 21 Desa, 3.455 Warga Terlayani Sepanjang 2026
Dokter spesialis keliling melayani 21 desa di Purworejo sepanjang tahun 2026.

PURWOREJO — Warga di desa-desa terpencil Kabupaten Purworejo kini tak perlu lagi menempuh perjalanan puluhan kilometer hanya untuk bertemu dokter spesialis. Program Speling yang digulirkan Dinkesda bersama rumah sakit pelaksana sudah menjangkau 21 desa di 12 kecamatan sejak awal tahun ini.

Lima dokter spesialis diterjunkan langsung ke lokasi, mulai dari spesialis obstetri dan ginekologi (obsgyn), penyakit dalam, anak, jiwa, hingga paru. "Speling ini jawaban atas keluhan warga desa yang sulit mendapat akses dokter spesialis, kita jemput bola langsung ke desa," kata Kepala Dinkesda Kabupaten Purworejo, dr. Sudarmi, Senin (11/5/2026).

Penyakit Paling Banyak Ditemukan di Lapangan

Dari ribuan warga yang diperiksa, Dinkesda mencatat hipertensi dan diabetes menjadi kasus dominan. Selain itu, gangguan kehamilan risiko tinggi, ISPA, dan masalah kesehatan jiwa ringan juga sering ditemukan para dokter spesialis selama turun ke desa.

dr. Darmi, sapaan akrabnya, menyebut deteksi dini lewat program ini menjadi kunci menekan angka kematian ibu, stunting, dan penyakit tidak menular di Purworejo. "Kalau penyakit terdeteksi dini oleh spesialis, maka biaya pengobatan jangka panjang bisa ditekan," ujarnya.

Kecamatan yang Sudah Dijangkau Dua Kali

Speling tercatat sudah dua kali menyambangi enam kecamatan: Bagelen, Bayan, Loano, Purworejo, Bruno, dan Gebang. Sementara enam kecamatan lainnya—Kaligesing, Kemiri, Pituruh, Purwodadi, Kutoarjo, dan Banyuurip—baru dikunjungi satu kali.

Dengan sisa target sebanyak 445 warga, Dinkesda akan memprioritaskan desa-desa terpencil yang akses ke RSUD masih jauh. "Prinsipnya warga tidak boleh kesulitan karena alasan geografis," tegas dr. Darmi.

Anggaran Tidak Membebani APBD

Yang menarik dari program ini, anggaran operasional Speling tidak mengganggu keuangan daerah secara besar. Menurut dr. Darmi, biaya dokter spesialis dan obat ditanggung oleh rumah sakit pelaksana, sementara anggaran dinkesda diintegrasikan dengan program cek kesehatan gratis di puskesmas.

Kolaborasi ini membuat layanan spesialis yang biasanya hanya tersedia di RSUD kini bisa dirasakan warga desa tanpa biaya transportasi dan antrean panjang. "Speling ini investasi kesehatan," pungkasnya.

Bagikan
Sumber: joglojateng.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks