Pencarian

Pasar Carikan Sukoharjo Raup Cuan Jelang Kurban, Omzet Naik 3 Kali Lipat

Senin, 11 Mei 2026 • 17:10:02 WIB
Pasar Carikan Sukoharjo Raup Cuan Jelang Kurban, Omzet Naik 3 Kali Lipat
Perajin pisau di Pasar Carikan, Sukoharjo, bekerja ekstra jelang Idul Adha untuk memenuhi lonjakan pesanan.

Omzet perajin pisau di Pasar Carikan, Sukoharjo, melonjak tiga kali lipat jelang Idul Adha. Ribuan pembeli dari Soloraya memadati lokasi untuk membeli pisau baru atau menajamkan peralatan dapur demi kurban.

SUKOHARJO — Aktivitas di sentra pande besi Pasar Carikan, Kecamatan Sukoharjo Kota, mendadak menggeliat jelang Idul Adha 1447 Hijriah. Para perajin yang biasanya memulai pekerjaan pukul 07.00 WIB, kini membakar arang di tungku sejak pukul 05.00 WIB. Mereka mengejar lonjakan pesanan yang terus mengalir.

Permintaan datang tidak hanya dari warga Sukoharjo, tetapi juga Solo, Karanganyar, dan Wonogiri. Mereka antre membeli pisau baru atau mengasah pisau lama. Semua untuk menyembelih dan memotong hewan kurban.

Omzet Melonjak, Harga Mulai Rp 15 Ribu

Suparno (52), salah satu perajin, mengaku omzetnya naik tiga kali lipat. "Biasanya saya dapat Rp 500 ribu per hari. Sekarang bisa Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta," katanya di tengah kesibukan menempa besi, Selasa (3/6).

Pisau yang dijual bervariasi. Mulai pisau dapur kecil seharga Rp 15 ribu hingga pisau khusus pemotong daging dan tulang seharga Rp 75 ribu. Jasa mengasah pisau dibanderol Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu per bilah, tergantung tingkat ketajaman yang diinginkan.

Mengapa Pemburu Pisau Berbondong ke Pasar Carikan?

Pasar Carikan dikenal sebagai sentra pande besi tradisional yang mempertahankan teknik tempa manual. Bagi sebagian besar warga, pisau buatan perajin lokal lebih kuat dan tahan lama dibanding produk pabrik.

"Kalau beli di sini, bisa pesan sesuai kebutuhan. Mau tebalnya berapa, panjangnya berapa, bisa diatur. Ketajamannya juga lebih awet," ujar Slamet, pembeli asal Kartasura yang datang bersama tetangganya.

Fenomena tahunan ini mulai terasa sejak dua pekan sebelum Idul Adha. Puncaknya terjadi pada H-3 hingga H-1, saat warga mulai menyiapkan perlengkapan kurban secara detail.

Produksi Dikebut, Stok Bahan Baku Aman

Para perajin menambah jam kerja untuk mengantisipasi lonjakan permintaan. Jika biasanya tutup pukul 16.00 WIB, kini sebagian besar masih bertahan hingga pukul 18.00 WIB.

Suparno mengaku stok baja bekas sebagai bahan baku utama masih mencukupi. "Besi dari per mobil bekas dan per bekas motor masih banyak. Yang penting tenaga ekstra," katanya sambil mengatur bara api.

Pemerintah Kecamatan Sukoharjo Kota memastikan tidak ada kenaikan harga signifikan di luar kewajaran. Pihak pasar menyiagakan petugas keamanan untuk mengantisipasi kepadatan pengunjung yang diperkirakan terus meningkat hingga akhir pekan.

Bagikan
Sumber: radarsolo.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks