KUDUS — Ganda campuran pelatnas, Ikhsan Lintang Pramudya/Salsabila Zahra Aulia, menandai debut mereka di Kudus dengan kemenangan pada ajang HYDROPLUS Sirkuit Nasional (Sirnas) A Jawa Tengah 2026, Senin (4/5). Bertanding di GOR Djarum Jati, pasangan ini mengamankan tiket babak selanjutnya setelah menumbangkan wakil PB Djarum, Darren Aurelius/Priskila Venus Elsadai.
Pertandingan ini menjadi momen emosional bagi Lintang dan Salsabila yang sebelumnya lama menimba ilmu di PB Djarum. Mereka harus berjuang ekstra keras dalam duel tiga gim yang berakhir dengan skor 21-17, 18-21, dan 21-16. Status sebagai pemain pelatnas tidak lantas membuat langkah mereka mudah saat menghadapi mantan rekan setim sendiri.
Sengitnya Duel Saudara di GOR Djarum Jati
Lintang/Salsabila mengawali gim pertama dengan performa meyakinkan. Namun, tensi pertandingan meningkat tajam pada gim kedua saat Darren/Elsadai mulai mengubah pola serangan. Kehilangan momentum di gim kedua memaksa Lintang/Salsabila harus menentukan nasib di gim penentuan.
"Rasanya pasti excited, ya. Pengalaman pertama setelah di tempat baru pasti hawa baru, dan kami pengin nunjukin kualitas permainan yang baik," tutur Salsabila saat ditemui di GOR Djarum, Jati, Kudus.
Memasuki gim ketiga, Darren/Elsadai kembali mencoba mengubah strategi untuk membongkar pertahanan Lintang/Salsabila. Meski sempat tertekan, pasangan pelatnas ini mampu menemukan celah dan mengamankan poin-poin kritis hingga menutup pertandingan dengan kemenangan.
Strategi Lintang/Salsabila Redam Perlawanan Lawan
Salsabila mengakui bahwa kedekatan mereka sebagai rekan satu klub di masa lalu menjadi tantangan tersendiri. Kedua pasangan sudah sangat mengenal karakter permainan masing-masing karena sering berlatih bersama di markas PB Djarum.
"Kita dulu sering berlatih bareng, juga sering ketemu (dalam pertandingan). Hasilnya ada menang ada kalah juga. Namun, untuk pertandingan tadi, menurut saya lebih ke siapa yang lebih siap aja, sih," kata Salsabila menambahkan.
Kesiapan mental menjadi kunci utama dalam laga ini. Lintang/Salsabila dinilai lebih tenang dalam mengeksekusi peluang di akhir gim ketiga, sementara Darren/Elsadai beberapa kali melakukan kesalahan sendiri saat mencoba mengejar ketertinggalan poin.
Momen Pulang Kampung Atlet Kelahiran Klaten
Bagi Ikhsan Lintang Pramudya, tampil kembali di Kudus membawa kesan mendalam. Atlet kelahiran Klaten, Jawa Tengah, pada 19 Januari 2007 ini mengaku merasakan tekanan yang berbeda saat bertanding di hadapan publik yang pernah mendukungnya sebagai pemain klub lokal.
"Ada rasa senang sekaligus tegang, terutama karena harus menghadapi rekan-rekan sendiri dari PB Djarum. Tapi, ya sebisa mungkin kita nikmatin, lah. Enjoy aja," ujar Lintang.
Setelah melewati rintangan pertama di kategori Ganda Campuran Dewasa ini, Lintang/Salsabila tidak ingin jemawa. Mereka kini fokus menatap laga-laga berikutnya dengan target tampil maksimal sesuai instruksi tim pelatih pelatnas.
"Yang penting main bagus aja," pungkas Salsabila mengenai target akhir mereka di turnamen berskala nasional ini.