Esteban Ocon Dipecat Haas, Karier di F1 Di Ujung Tanduk

Penulis: Usman Harun  •  Rabu, 04 November 2026 | 22:17:32 WIB
Esteban Ocon resmi kehilangan kursi balap Haas untuk sisa musim Formula 1 2026.

JAWA TENGAH — Esteban Ocon kehilangan kursi balap Haas untuk sisa musim Formula 1 2026 setelah bentrok dengan tim di Mexico City. Pemecatan ini mempercepat kepergiannya yang sebenarnya sudah dijadwalkan akhir tahun, dan kini membuka tanda tanya besar soal masa depan pembalap Prancis berusia 30 tahun itu di grid F1.

Keputusan Haas diumumkan menyusul insiden di sesi latihan bebas Jumat di Sirkuit Mexico City, ketika hubungan Ocon dengan principal tim Ayao Komatsu mencapai titik terburuk. Ocon sebenarnya sudah dijadwalkan hengkang pada akhir musim, tetapi gesekan di Meksiko membuat manajemen Haas memilih mengakhiri kerja sama lebih cepat.

Pemicunya bermula dari komunikasi radio antara Ocon dan insinyur balapnya, Laura Mueller. Ocon memprotes keputusan tim yang mengubah rencana sesi dari ban soft ke medium untuk simulasi balapan.

"No, no. I wanted the soft. Don't do that to me. Come on," ujar Ocon kepada Mueller lewat radio tim, seperti dikutip dari laporan tersebut.

Perdebatan itu berlanjut setelah sesi berakhir. Pengumuman pemecatan keluar pada Sabtu pagi waktu setempat. Belakangan, Ocon merilis pernyataan di media sosial yang mengakui adanya "perbedaan pandangan yang memicu diskusi dengan pihak-pihak terkait".

Ocon Bantah Keras Tudingan Kekerasan Fisik

Dalam pernyataan yang sama, Ocon menolak tegas laporan yang menyebut penyelesaian masalah itu melibatkan kekerasan fisik. "Saya secara kategoris menolak setiap laporan atau tuduhan yang menyiratkan bahwa segala bentuk kekerasan fisik digunakan untuk menyelesaikan perbedaan apa pun," tulis Ocon.

Pernyataan itu muncul setelah harian olahraga Prancis, L'Equipe, melaporkan bahwa pertemuan antara Komatsu dan Ocon "berakhir secara tiba-tiba, bahkan mungkin secara fisik". Haas sendiri bungkam selama akhir pekan di Meksiko sebelum akhirnya mengonfirmasi pada Selasa malam bahwa Ocon tidak akan membalap lagi untuk tim tersebut. Hingga kini, tidak ada pihak yang bersedia bicara terbuka, bahkan secara off the record, dan urusan ini sudah melibatkan pengacara.

Pola Gesekan yang Berulang Sepanjang Karier

Bagi pengamat F1, pemecatan ini bukan kejadian pertama. Ocon pernah kehilangan kursi pada 2019 ketika tim yang dulu bernama Force India diakuisisi miliarder Kanada Lawrence Stroll, yang kemudian menempatkan putranya, Lance, di mobil Ocon.

Bedanya, situasi kali ini terasa lebih final. Sepuluh tahun berkarier di F1, reputasi Ocon sudah terbentuk jelas: kompetitif, tetapi kerap berselisih dengan tim dan rekan setim. Di Haas, ia kalah performa dari Oliver Bearman selama dua musim. Sebelumnya, ia juga tertinggal dari Pierre Gasly dan Fernando Alonso di Alpine, serta Daniel Ricciardo saat tim masih bernama Renault.

  • Bentrok dengan Gasly terjadi dua kali di lintasan saat sama-sama membela Alpine.
  • Hubungan dengan Alonso memburuk hingga juara dunia dua kali itu tidak menyembunyikan ketidaksukaannya.
  • Di Haas, Bearman sempat menyebut Ocon "idiot" lewat radio saat sesi latihan di Monaco.
  • Keduanya juga terlibat tabrakan menjelang akhir Grand Prix Inggris tahun lalu.

Tekanan internal yang sulit diterima Haas

Komatsu semula yakin bisa mengelola karakter Ocon. Namun tim mulai melihat pola: ketika performa menurun, Ocon cenderung defensif dan menyalahkan tim serta mobil. Ketegangan naik, dan Haas menilai ada kurangnya akuntabilitas dari pembalap.

Di balik itu, Ocon dikenal ramah dan menyenangkan saat berhadapan dengan media. Kontras ini membuat sebagian pengamat terkejut dengan reputasinya di dalam paddock. Kini, dengan generasi baru seperti juara dunia anyar Kimi Antonelli mulai mendominasi, peluang Ocon untuk kembali ke grid semakin sempit.

Jalan Tahun Sabat dan Peluang Comeback

Ocon menghadapi kemungkinan absen setahun penuh dari balapan. Target realistisnya adalah mencari posisi sebagai pembalap cadangan sambil membangun ulang karier, seperti yang ia lakukan setelah kehilangan kursi pada 2019.

Namun, dengan rekam jejak konflik yang panjang dan ruang grid yang makin terbatas, kembalinya Ocon ke kursi balap utama tidak akan mudah. Haas sendiri belum memberi keterangan lebih lanjut soal pengganti untuk sisa musim ini.

Reporter: Usman Harun
Sumber: bbc.co.uk This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top