SEMARANG — Peringatan dini cuaca dikeluarkan BMKG Jateng pada pukul 06.50 WIB, sekitar sepuluh menit sebelum potensi hujan lebat diperkirakan mulai muncul. Wilayah terdampak membentang dari sisi tenggara hingga timur Jawa Tengah, mencakup puluhan kecamatan di empat kabupaten.
Kabupaten Wonogiri mencatat area potensi terluas. Hujan lebat diperkirakan muncul di Giritontro, Giriwoyo, Batuwarno, Tirtomoyo, Baturetno, Sidoharjo, Jatiroto, Kismantoro, Karangtengah, Paranggupito, dan Puhpelem.
Potensi itu meluas ke kawasan Waduk Gadjah Mungkur, Pracimantoro, Nguntoronadi, Eromoko, Wuryantoro, Manyaran, Selogiri, Wonogiri, Ngadirojo, Purwantoro, Bulukerto, Slogohimo, Jatisrono, Jatipurno, dan Girimarto.
Di Kabupaten Klaten, wilayah yang perlu diwaspadai meliputi Wedi, Bayat, Cawas, Trucuk, Ceper, Pedan, Karangdowo, Juwiring, Wonosari, Delanggu, dan Kalikotes.
Sementara di Kabupaten Sukoharjo, potensi hujan lebat mencakup Weru, Bulu, Tawangsari, Sukoharjo, Nguter, Bendosari, Polokarto, Grogol, dan Baki. Di Kabupaten Karanganyar, wilayah terdampak adalah Jatipuro, Jatiyoso, Jumapolo, Jumantono, Matesih, dan Tawangmangu.
BMKG Jateng mengimbau masyarakat berhati-hati terhadap dampak yang mungkin timbul selama periode peringatan. Tiga risiko utama yang disebut adalah pohon tumbang, banjir, dan tanah longsor.
Warga di kecamatan yang masuk daftar diminta memantau kondisi sekitar, terutama di kawasan lereng dan bantaran sungai. Peringatan berlaku hingga pukul 08.30 WIB, dan kondisi bisa berubah bila sistem cuaca berkembang lebih cepat.