SEMARANG — Laga semifinal di Lapangan Kickoff Arena POJ Semarang berjalan dramatis sejak babak pertama. Karanganyar lebih dulu unggul dua gol sebelum jeda, memaksa bench Solo mencari formula baru.
Perubahan datang lewat masuknya Nazriel Ilham Susanto sebagai pemain pengganti pada babak kedua. Pemain muda itu mencetak dua gol penyama kedudukan, mengubah papan skor menjadi 2-2 hingga akhir babak kedua.
Kecepatan dan kemampuan individu Ilham dimanfaatkan untuk menciptakan peluang di depan gawang Karanganyar. Dua golnya menjadi penentu jalan Surakarta ke adu penalti.
Di bawah mistar, penjaga gawang Arya Sheka Maulana tampil gemilang. Arya menggagalkan tiga tendangan pemain Karanganyar, membuka jalan bagi Solo mengamankan kemenangan 3-1 pada babak tos-tosan.
Manajer tim sepak bola Solo, Rianto Ardi Nugroho, menyebut pertandingan semifinal memang diprediksi ketat karena kedua tim memiliki materi pemain dan kondisi fisik yang relatif berimbang.
"Alhamdulillah, meskipun anak-anak pada babak pertama tertinggal 0-2, mentalitas mereka dalam memperjuangkan kemenangan untuk Kota Surakarta ke babak final sangat luar biasa. Akhirnya, dengan mental yang lebih baik daripada lawan, kami bisa menyelesaikan pertandingan dengan baik dan menjadi pemenang," ungkap Rianto kepada tim media KONI Solo.
Rianto menilai daya juang para pemain tetap terjaga meski tertinggal dua gol. Mereka terus mencari celah hingga pertandingan berlanjut ke adu penalti.
Tim pelatih tidak punya banyak waktu untuk beristirahat. Tim Solo dijadwalkan kembali bertanding pada final melawan Kota Semarang dengan jeda pertandingan kurang dari 24 jam.
Kondisi itu memaksa staf pelatih mengatur pemulihan fisik pemain secara cepat. Rotasi dan strategi penalti kemungkinan kembali jadi pertimbangan di partai puncak.