Wakil Ketua DPRD Jateng Sarif Abdillah Dorong Hilirisasi Komoditas agar Nilai Tambah Tak Dinikmati Negara Lain

Penulis: Xander Situmorang  •  Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:44:01 WIB
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah menyampaikan pandangannya dalam diskusi mengenai hilirisasi komoditas unggulan daerah di Semarang.

SEMARANG — Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mendorong pemerintah provinsi untuk terus memunculkan ide besar dalam memasarkan potensi daerah agar komoditas unggulan bisa melompat ke pasar internasional. Tantangan utamanya, kata dia, adalah bagaimana komoditas tersebut memberikan nilai tambah dan nilai jual di pasar global, bukan sekadar dikirim sebagai bahan mentah.

“Tantangannya tentu adalah bagaimana komoditas unggulan itu memberikan nilai tambah dan nilai jual di pasar global,” ungkapnya.

Ekosistem Industri Utuh Kunci Kejar Pasar Global

Kakung, sapaan akrab Sarif, menegaskan jika komoditas hanya diekspor dalam bentuk bahan baku, maka keuntungan terbesar justru dinikmati industri di negara tujuan. Karena itu, setiap daerah perlu digerakkan untuk membangun ekosistem industri yang utuh.

“Karena itu, perlu terus digerakkan bagaimana masing-masing daerah bisa membangun ekosistem industri yang utuh,” sebut Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jateng ini.

Standar Lingkungan Jadi Syarat Baru Persaingan Global

Legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini menyebut pemerintah provinsi bisa mendorong daerah mengembangkan pusat riset hingga laboratorium pengujian berstandar internasional. Penguatan standar pengelolaan limbah dan sertifikat hijau juga menjadi bagian yang tak terpisahkan dari strategi ini.

“Satu sisi juga bagaimana bisa memperkuat standar pengelolaan limbah, dan sertifikat hijau,” terangnya.

Kakung menegaskan persaingan global saat ini tidak hanya soal kualitas produk. Kepatuhan terhadap standar lingkungan dan pengelolaan limbah menjadi faktor penentu diterima atau tidaknya produk di pasar internasional.

“Tapi juga kepatuhan terhadap standar lingkungan dan pengelolaan limbah,” tandasnya.

Ekspor Jateng Tumbuh 23,53 Persen, Didominasi Sektor Industri

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Jawa Tengah selama Januari-Juni 2026 mencapai 7.207,69 juta dolar AS, naik 23,53 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Tiga negara tujuan utama ekspor masih didominasi Amerika Serikat, Jepang, dan Tiongkok.

Secara kumulatif, peningkatan nilai ekspor nonmigas didorong oleh sektor industri pengolahan yang tumbuh 18,29 persen. Sebaliknya, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan serta sektor pertambangan dan lainnya justru mengalami penurunan masing-masing 0,78 persen dan 13,19 persen.

Reporter: Xander Situmorang
Sumber: jatengpos.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top