Pencarian

Workshop Kriya Danau Toba 28-29 Oktober 2026 Latih 50 Perajin Simalungun

Rabu, 28 Oktober 2026 • 17:19:01 WIB
Workshop Kriya Danau Toba 28-29 Oktober 2026 Latih 50 Perajin Simalungun
Peserta mengikuti Workshop Kriya bertema Inovasi Desain dan Nilai Tambah Produk di Wisma Tabor, Parapat, Kabupaten Simalungun, 28-29 Oktober 2026.

JAWA TENGAH — Sebanyak lebih dari 50 pelaku kriya binaan mengikuti Workshop Kriya bertema Inovasi Desain dan Nilai Tambah Produk di Wisma Tabor, Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, pada 28-29 Oktober 2026. Kegiatan yang dibuka Direktur Kriya Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) Neli Yana ini menjadi bagian dari aktivasi Creative Hub kawasan Danau Toba. Pelaku kriya diarahkan memperkuat inovasi desain tanpa meninggalkan identitas tradisional agar produknya menembus pasar nasional.

Workshop Kriya di Parapat menempatkan perajin sebagai peserta aktif, bukan sekadar pendengar. Selama dua hari, para pelaku usaha kriya binaan mendiskusikan cara meningkatkan kualitas produk, membaca kebutuhan pasar, hingga menyiapkan produk yang layak dijual ke luar daerah.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Simalungun Eva Suryati Ulyarta menyebut kegiatan itu memberi ruang pendampingan bagi puluhan usaha mikro, kecil, dan menengah di wilayahnya.

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ada pendampingan bagi 50 UMKM di Simalungun yang terlibat dalam workshop ini," ujar Eva, Rabu (28/10/2026).

Potensi Kriya Simalungun yang Sedang Digarap

Menurut Eva, Simalungun punya kekayaan budaya dan sumber daya lokal yang bisa diangkat menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Motif tekstil tradisional masuk daftar utama, bersama kerajinan berbahan alam, suvenir, aksesori, dan dekorasi.

Keterampilan masyarakat yang diwariskan lintas generasi juga dinilai sebagai modal. Namun Eva mengingatkan, tradisi perlu diiringi kemampuan membaca perkembangan pasar.

"Dalam ekonomi kreatif, justru nilai simbolik inilah yang sering menjadi pembeda yang meningkatkan kesediaan konsumen untuk membayar lebih. Inovasi desain bukan berarti meninggalkan identitas tradisional. Inovasi adalah kemampuan untuk membaca perubahan tanpa kehilangan jati diri," tegasnya.

Target Separuh Peserta Masuk Pasar Nasional

Direktur Kriya Kemenekraf Neli Yana menekankan pentingnya kualitas dan daya saing produk agar mampu menjangkau pasar lebih luas, termasuk internasional. Dari puluhan peserta, ia memasang target konkret.

"Di sini ada 50 pelaku kriya, saya ingin produk yang masuk ke pasar nasional itu minimal 25," ujarnya.

Neli mendorong pelaku kriya memperluas wawasan soal karakteristik pasar dan perilaku konsumen. Produk tidak cukup menarik secara visual, tetapi juga harus memenuhi kebutuhan pembeli, termasuk wisatawan dan pasar dengan permintaan jumlah besar.

"Produk kriya itu harus menarik dan mampu memenuhi permintaan pasar," katanya.

Pameran, termasuk yang berskala internasional, disebut sebagai jalur memperkenalkan produk sekaligus membuka jaringan pemasaran baru.

Creative Hub sebagai Ruang Kolaborasi Perajin

Creative Hub di kawasan Danau Toba dirancang menjadi tempat kolaborasi, pengembangan ide, dan peningkatan kapasitas pelaku ekonomi kreatif. Subsektor kriya dinilai berpotensi besar menopang pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di Kabupaten Simalungun.

Suasana workshop berlangsung interaktif. Diskusi diselingi canda, sekaligus membuka ruang bagi perajin untuk bertukar pengalaman dan memperoleh wawasan baru dalam mengembangkan usaha.

Devi Sitanggang, pelaku kriya yang mengembangkan produk berbahan dasar benang, mengaku mendapat banyak pengetahuan baru dari kegiatan tersebut.

"Kita jadi tahu bagaimana caranya agar produk kriya kita bisa laku di pasaran," ujar warga Parapat itu.

Hal senada disampaikan Lidia Sidabutar. Ia menilai workshop tersebut menjadi ruang belajar yang bermanfaat untuk memperluas jejaring, meningkatkan kemampuan, serta mendorong kenaikan nilai jual produk.

Peluang bagi Wisatawan dan Pembeli Produk Lokal

Bagi traveler yang melintas di Parapat dan sekitar Danau Toba, aktivitas Creative Hub ini berpotensi menambah pilihan belanja suvenir berbasis motif dan bahan lokal Simalungun. Produk yang digarap peserta workshop mencakup tekstil, aksesori, dekorasi, hingga kerajinan berbahan alam.

Informasi soal jadwal pelatihan lanjutan, lokasi Creative Hub, dan produk yang sudah masuk pasar dapat dikonfirmasi ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Simalungun atau Kemenekraf. Belum ada keterangan resmi mengenai ketersediaan kunjungan umum ke lokasi kegiatan.

Perajin yang ingin menyusul program serupa sebaiknya memantau pengumuman resmi dinas setempat, mengingat kuota workshop kali ini terbatas pada pelaku kriya binaan.

Follow jatengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: travel.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks