Pencarian

Hasil Lab Keracunan MBG di Jepara: 17 Warga Sakit, Bakteri Salmonella Ditemukan di Tumis Sayur

Rabu, 23 September 2026 • 09:46:01 WIB
Hasil Lab Keracunan MBG di Jepara: 17 Warga Sakit, Bakteri Salmonella Ditemukan di Tumis Sayur
Petugas kesehatan memeriksa sampel menu MBG di laboratorium untuk mengidentifikasi penyebab keluhan warga di Jepara.

JEPARA — Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara mengungkap hasil uji laboratorium terhadap sampel menu MBG yang dikonsumsi puluhan warga di Kecamatan Karangkebagusan. Sampel diperiksa di laboratorium kesehatan untuk memastikan penyebab keluhan yang dialami 17 orang penerima manfaat.

Sekretaris DKK Jepara, Hesti Prihandari, menyebut sampel yang diuji meliputi nasi, chicken katsu, tumis sayur kol wortel, serta tahu goreng saus mentai. Pemeriksaan menyasar seluruh komponen menu untuk melacak sumber kontaminasi.

Apa Saja Bakteri yang Ditemukan di Menu MBG Jepara?

Bakteri Staphylococcus aureus dan jamur yeast and mold terdeteksi pada chicken katsu serta tumis sayur kol wortel. Pada nasi dan tumis sayur kol wortel ditemukan bakteri Enterobacteriaceae.

Bakteri Salmonella sp. ditemukan pada tumis sayur kol wortel. "Adanya bakteri Salmonella, kuman penyebab tipes," ujar Hesti.

Hesti menjelaskan, bakteri tersebut dapat menimbulkan gejala sakit perut, mual, hingga diare pada orang yang mengonsumsinya.

Air Pencuci Melebihi Baku Mutu, Koloni Air Minum Tak Terhitung

Pemeriksaan tidak berhenti pada makanan. Air bersih yang dipakai mencuci mengandung coliform sebanyak 146 dan dinyatakan melebihi baku mutu.

Sementara pada air minum, jumlah koloni terlalu banyak untuk dihitung. Hasil pemeriksaan mencatat total koloni lebih dari 200.

Dugaan Penyebab: Penyimpanan Bahan Baku dan Kontaminasi Silang

Menurut Hesti, temuan bakteri diduga berkaitan dengan penyimpanan bahan baku yang kurang baik. Kontaminasi silang saat proses packing makanan juga menjadi salah satu penyebab yang disorot.

Dua faktor itu menjadi perhatian karena menyangkut tahapan yang terjadi setelah makanan dimasak, bukan hanya saat pengolahan.

17 Orang Terdampak: 14 Siswa dan 3 Tenaga Pendidik

Keluhan kesehatan muncul pada Rabu (16/9/2026). Ahli Gizi SPPG Karangkebagusan, Muhammad Hafizh Nugroho, merinci 17 orang terdampak terdiri dari 14 siswa dan tiga tenaga pendidik.

Mereka mengalami keluhan seperti pusing dan sakit perut. "Yang mengalami gejala ada 17, guru 3, dan siswa 14. Rawat jalan," kata Hafizh.

Kasus tersebar di beberapa sekolah penerima MBG. Di SD Negeri Karangkebagusan terdapat tiga siswa yang mengalami gejala.

Di SD Negeri Kauman, sebanyak 11 siswa dan dua tenaga pendidik juga mengalami keluhan serupa. Satu guru TK Pertiwi Jepara yang sempat mencicipi makanan mengaku pusing.

Sidak SPPG di Jepara Berlangsung 14-26 September 2026

Menyusul kejadian tersebut, Pemkab Jepara memerintahkan satgas kecamatan bersama dinas terkait melakukan inspeksi mendadak ke SPPG di wilayah Jepara.

Sidak berlangsung mulai 14 hingga 26 September 2026. Pemeriksaan menyasar kondisi bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan, hingga kebersihan di masing-masing SPPG.

Hasil sidak dan temuan laboratorium menjadi dasar penanganan lanjutan terhadap dapur SPPG yang memasok menu terdampak.

Follow jatengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: joglojateng.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks