JAWA TENGAH — Presiden La Liga Javier Tebas membantah keras klaim konspirasi wasit yang dituduhkan kubu Real Madrid usai kekalahan 2-1 dari Atletico Madrid. Tebas menyebut narasi tersebut sebagai alasan untuk menutupi kelemahan nyata Real di awal musim ini.
Pernyataan Tebas muncul sebagai respons terhadap artikel media Spanyol yang menyebut adanya "konspirasi" melawan Real Madrid. Lewat akun media sosialnya, orang nomor satu di kompetisi kasta tertinggi Spanyol itu menepis anggapan tersebut dengan nada sinis.
Tebas: Lebih Nyaman Tunjuk Konspirasi daripada Jelaskan Permainan
"Mengklaim bahwa wasit diarahkan melawan Real Madrid adalah hidup di galaksi lain," ujar Tebas.
Menurutnya, narasi konspirasi justru mengalihkan perhatian dari masalah sesungguhnya yang tampak jelas di lapangan. Ia menilai Real Madrid lebih memilih mencari kambing hitam ketimbang mengakui kekurangan timnya sendiri.
"Narasi itu berfungsi sebagai alasan untuk menutupi kekurangan lain yang terlihat jelas di laga-laga awal musim ini. Lebih nyaman menunjuk konspirasi daripada menjelaskan apa yang terjadi di lapangan," tegasnya.
Mourinho Bawa Cetakan Screenshot ke Konferensi Pers
Kemarahan kubu Real Madrid dipicu kekalahan 2-1 dari rival sekota Atletico Madrid pekan lalu. Manajer Jose Mourinho membawa cetakan screenshot ke konferensi pers pascapertandingan sebagai bukti dugaan kesalahan wasit.
Mourinho menuding Atletico seharusnya mendapat dua kartu merah di babak pertama. Ia bahkan menawarkan melewati sesi tanya jawab karena menurutnya bukti sudah tersaji di depan mata.
"Kita bisa lewati konferensi pers karena cerita pertandingan ada di sini," kata Mourinho sambil menunjukkan gambar-gambar cetak kepada media.
"Itu dua kartu merah yang jelas. Mengingat kesulitan yang kami hadapi setelahnya bermain 11 lawan 10, kami hanya bisa membayangkan bagaimana 50 menit bermain 11 lawan sembilan," tambahnya.
Real Madrid Tertinggal Enam Poin dari Barcelona
Dalam laga melawan Atletico, Real Madrid harus bermain dengan 10 orang setelah bek Dean Huijsen dikartu merah dalam pertandingan yang berlangsung panas. Kekalahan itu memperparah posisi Real di klasemen.
Saat ini Real Madrid berada di peringkat keempat La Liga dengan koleksi poin yang tertinggal enam angka dari Barcelona di puncak. Barcelona memimpin dengan 21 poin setelah menyapu bersih tujuh laga liga musim ini.
Ketegangan antara Tebas dan Real Madrid bukan hal baru. Keduanya sempat berselisih pada 2021 terkait rencana klub ibu kota itu bergabung dengan European Super League.
Pada 2025, Tebas bahkan menyebut Real Madrid "kehilangan akal" setelah klub tersebut mengirim surat keluhan resmi ke Federasi Sepak Bola Spanyol soal kinerja wasit di liga.