Pencarian

Rupiah Melemah Tipis ke Rp17.670, IHSG dan LQ45 Kompak Menguat di Awal Sesi

Selasa, 15 September 2026 • 09:48:31 WIB
Rupiah Melemah Tipis ke Rp17.670, IHSG dan LQ45 Kompak Menguat di Awal Sesi
Rupiah dibuka melemah tipis ke Rp17.670 per dolar AS pada awal perdagangan.

JAWA TENGAH — Berdasarkan data pembukaan pasar, rupiah hanya bergeser 1 poin atau sekitar 0,01 persen dari penutupan sebelumnya di Rp17.669 per dolar AS. Pelemahan sekecil itu masih tergolong wajar untuk dinamika harian pasar valas.

Di sisi lain, Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka perdagangan dengan sentimen positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung melaju ke zona hijau, disusul indeks LQ45 yang juga menguat.

Rincian Pergerakan Indeks di Awal Sesi

Dua indeks utama kompak menghijau sejak pembukaan. Berikut posisinya:

  • IHSG: Menguat 10,08 poin (0,15 persen) ke level 6.544,77
  • LQ45: Naik 1,20 poin (0,18 persen) ke posisi 660,23

Kenaikan LQ45 yang sedikit lebih besar dari IHSG menandakan minat beli terkonsentrasi pada saham-saham berkapitalisasi besar dan likuid. Indeks ini menghimpun 45 emiten dengan volume transaksi tertinggi di bursa.

Mengapa Rupiah dan Saham Bergerak Berlawanan

Pelemahan rupiah yang hanya 1 poin menunjukkan tekanan jual terhadap mata uang Garuda tidak signifikan. Pelaku pasar valas masih menunggu sentimen global sebelum mengambil posisi lebih besar.

Sementara di pasar saham, optimisme datang dari dalam negeri. Minat beli yang cukup tinggi di awal sesi memberi bantalan bagi indeks untuk tetap bergerak naik meski kurs sedang tertekan tipis.

Pergerakan dua arah seperti ini bukan hal baru. Rupiah dan IHSG kerap bergerak independen ketika faktor pendorongnya berbeda — kurs lebih sensitif ke sentimen global dan arus dolar, sedangkan saham lebih dipengaruhi likuiditas domestik dan ekspektasi kinerja emiten.

Yang Perlu Dicermati Pelaku Pasar

Bagi investor saham, penguatan IHSG dan LQ45 di awal sesi bisa jadi sinyal bahwa minat beli masih terjaga. Namun pergerakan awal sesi tidak selalu berlanjut hingga penutupan — volatilitas intraday tetap perlu diantisipasi.

Untuk pelaku pasar valas, level Rp17.670 per dolar AS patut dipantau. Jika tekanan berlanjut, rupiah berpotensi bergerak lebih jauh. Sebaliknya, jika sentimen global membaik, mata uang Garuda bisa kembali ke level penutupan sebelumnya.

Investasi mengandung risiko.

Follow jatengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: merahputih.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks