KEBUMEN — Upacara peringatan HUT ke-81 RI di Kabupaten Kebumen tidak hanya diisi dengan prosesi pengibaran bendera, tetapi juga menjadi momen bagi pemerintah daerah untuk memperkuat ketahanan pangan. Sebanyak 115 unit alsintan secara simbolis diserahkan kepada 17 perwakilan kelompok tani dan gapoktan setelah upacara usai.
Bantuan tersebut terdiri dari berbagai peralatan modern, mulai dari tujuh unit combine harvester besar, 31 unit traktor berbagai tipe, hingga 58 unit pompa air untuk mengantisipasi kekeringan di musim kemarau. Selain itu, pemerintah juga menyerahkan satu unit alat pencacah pupuk organik (APPO) dan 17 unit hand sprayer.
Petani Diminta Kelola Alsintan Secara Profesional
Bupati Lilis Nuryani menegaskan bahwa bantuan ini bukan sekadar aset kelompok yang dibiarkan menganggur. Ia meminta para penerima untuk merawat dan menggunakan alat-alat tersebut secara optimal agar mampu menekan biaya operasional dan mengatasi kekurangan tenaga kerja.
"Alsintan yang diterima harus dirawat dan digunakan dengan sebaik-baiknya. Tujuannya untuk mempercepat pekerjaan, meningkatkan capaian produksi, menghemat biaya operasional, mengatasi keterbatasan tenaga kerja, serta meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian," ujar Bupati.
Orang nomor satu di Kebumen itu juga mengingatkan agar alsintan tidak diperjualbelikan atau dibiarkan mangkrak. Ia mendorong setiap kelompok tani membentuk Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) sebagai langkah pengelolaan yang lebih profesional.
Ziarah dan Detik-Detik Proklamasi Warnai Puncak Peringatan
Rangkaian HUT ke-81 RI di Kebumen berlanjut dengan ziarah nasional ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Bumi Wira Bhakti bersama jajaran Forkopimda. Setelah itu, Bupati dan rombongan kembali ke Pendopo Kabumian untuk mengikuti detik-detik Proklamasi dari Istana Negara secara daring.
Prosesi pengibaran Sang Saka Merah Putih pada upacara kali ini berjalan khidmat. Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kebumen mengerahkan empat anggota terbaiknya, di antaranya Annisa Rahma dari SMA Negeri 1 Kebumen sebagai pembawa baki dan Bilal Lathif dari SMA Negeri 1 Gombong sebagai pengerek bendera.
Pada kesempatan yang sama, pemerintah juga menyerahkan remisi umum tahun 2026 bagi warga binaan pemasyarakatan serta pengurangan masa pidana umum bagi anak binaan di Rutan Kebumen.
Langkah pemkab mengaitkan penyerahan alsintan dengan momen kemerdekaan menjadi simbol bahwa pembangunan daerah tidak hanya berhenti pada seremoni. Kebijakan ini diharapkan berdampak langsung pada peningkatan produksi padi dan kesejahteraan petani di Kabupaten Kebumen.