Pencarian

Jelajah 7 Tempat Makan Tertua di Bandung, dari Roti Legendaris Braga hingga Sate Kambing Sejak 1940

Minggu, 16 Agustus 2026 • 19:00:01 WIB
Jelajah 7 Tempat Makan Tertua di Bandung, dari Roti Legendaris Braga hingga Sate Kambing Sejak 1940
Restoran Braga Permai yang berdiri sejak 1918 menyajikan menu Indonesia dan hidangan bergaya Eropa di bangunan cagar budaya.

JAWA TENGAH — Bandung tidak pernah kehabisan cerita, terutama bagi mereka yang mencari pengalaman bersantap bernuansa tempo dulu. Kawasan Braga hingga area Pasar Cihapit menyimpan deretan tempat makan yang usianya melebihi setengah abad, bahkan beberapa di antaranya sudah eksis sebelum proklamasi kemerdekaan. Bagi traveler yang ingin merasakan atmosfer kolonial sambil menikmati hidangan otentik, tujuh destinasi kuliner berikut bisa menjadi panduan awal sebelum berangkat.

Menyusuri Jejak Kolonial di Jalan Braga

Konsentrasi tempat makan bersejarah paling padat berada di Jalan Braga, ikon wisata Bandung yang bangunannya masih mempertahankan arsitektur Belanda. Di sini, pengunjung bisa berpindah dari satu restoran tua ke restoran tua lain hanya dengan berjalan kaki. Suasana klasik terasa sejak melangkah masuk, mulai dari langit-langit tinggi, jendela besar, hingga etalase kaca lawas yang menyimpan aneka kue tradisional Eropa.

Restoran Braga Permai yang berdiri sejak 1918 menjadi salah satu titik tertua di kawasan ini. Awalnya bernama Maison Bogerijen, restoran ini kini menempati bangunan cagar budaya dan menyajikan menu Indonesia serta hidangan bergaya Eropa. Es krim dan pastry buatan sendiri masih menjadi favorit, termasuk kue khas Belanda seperti speculaas almond dan ontbijtkoek yang jarang ditemukan di tempat lain.

Tidak jauh dari sana, Sumber Hidangan yang berdiri sejak 1929 dengan nama Het Soephuis masih setia menempati lokasi aslinya di Jalan Braga No. 20-22. Toko roti ini mempertahankan resep klasik seperti croissant, bitterballen, dan chocolates rotsjes. Interiornya yang dipenuhi mesin kasir tua serta radio jadul membuat pengalaman bersantap di sini terasa seperti museum hidup.

Dari Kedai Kopi Tua hingga Toko Roti yang Tak Pernah Sepi

Masih di kawasan Braga, Warung Kopi Purnama yang berdiri sejak 1930 menawarkan pengalaman ngopi yang berbeda. Kedai yang awalnya bernama Chang Chong Se ini selalu dipenuhi pelanggan dari pagi hingga malam. Menu andalannya sederhana: kopi susu panas dengan rasa manis seimbang dan es kopi hitam yang tetap nikmat tanpa tambahan macam-macam.

Beralih ke Rasa Bakery & Cafe yang dibuka pada 1931, tempat ini awalnya dikenal dengan nama Hazes dan populer berkat roti serta es krim buatannya. Setelah direnovasi, fasad ikonik bangunan tetap dipertahankan. Menu legendaris seperti Lontong Cap Gomeh, Poffertjes, dan Saucijzbrood masih dijual. Es krim Coconut Royale yang disajikan dalam batok kelapa muda menjadi pilihan yang paling banyak dicari pengunjung untuk bernostalgia.

Petualangan Kuliner di Luar Braga: Susu, Sate, dan Masakan Rumahan

Di luar kawasan Braga, cerita kuliner tua Bandung berlanjut di beberapa titik lain. BMC 1928 di Jalan Merdeka memiliki sejarah panjang sebagai pusat pengolahan susu pertama di Bandung sebelum bertransformasi menjadi restoran keluarga. Bangunan lawasnya kini memadukan interior modern tanpa menghilangkan nilai historis. Menu andalannya antara lain Sop Buntut BMC, Bistik Sapi, dan camilan seperti Beef Croquette. Minuman BMC Signature Milk yang menggunakan susu sapi berkualitas juga layak dicoba.

Bagi pencinta sate kambing, Sate Hadori di dekat Stasiun Bandung sudah berjualan sejak 1940 dan menjadi salah satu pelopornya di kota ini. Daging yang digunakan berasal dari paha belakang kambing betina muda, menghasilkan tekstur empuk tanpa aroma prengus. Sate Sinereut, menu andalannya, disajikan dengan kecap, bawang merah, cabai, dan bumbu kacang yang cocok disantap bersama nasi hangat.

Terakhir, Warung Nasi Mak Eha di dalam Pasar Cihapit berdiri sejak 1947, bahkan sebelum pasar itu terbentuk seperti sekarang. Resep masakan Sunda rumahan yang diwariskan dari generasi pertama masih dipertahankan. Pengunjung bisa memilih aneka lauk seperti gepuk, soto Bandung, rendang, pepes, hingga perkedel, lengkap dengan sambal dadak dan karedok. Meski lokasinya tersembunyi, warung ini selalu ramai oleh pelanggan setia dari berbagai kalangan.

Bagi traveler yang ingin merasakan Bandung dari sudut pandang berbeda, menjelajahi tujuh tempat makan ini bisa dilakukan dalam satu hari dengan catatan memulai perjalanan sejak pagi. Kombinasi antara sejarah, arsitektur, dan cita rasa yang terjaga membuat setiap singgah terasa seperti perjalanan waktu. Informasi jam buka dan menu terkini sebaiknya dikonfirmasi langsung ke masing-masing tempat sebelum berkunjung, terutama saat akhir pekan atau hari libur nasional.

Follow jatengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: food.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks