KENDAL — Produksi petasol di TPS3R Desa Margorejo selama ini berjalan lancar secara teknis, namun pengelola mengaku takut melangkah lebih jauh tanpa kepastian hukum. Kekhawatiran itu disampaikan Kepala Desa Margorejo, Suyoto, di tengah kunjungan Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, Selasa sore, 4 Agustus 2026.
"Tidak ada kendala dalam proses pengolahan sampah plastik menjadi petasol. Tetapi butuh regulasi yang jelas agar kita bisa melangkah lebih jauh. Kalau kita tidak mempunyai regulasi kok membuat BBM nanti malah salah, itu yang kita takutkan," ujar Suyoto.
Hasil Uji Lab Setara Dexlite, Harga Jual Masih Jauh di Bawah Pasar
Bupati yang akrab disapa Tika itu mengungkapkan, berdasarkan hasil uji laboratorium, kualitas petasol setara dengan bahan bakar Dexlite yang nilai jualnya sekitar Rp 23 ribu per liter. Namun, hingga kini produk tersebut hanya dipasarkan berdasarkan permintaan dengan harga Rp 10 ribu per liter.
"Selama ini persoalannya bukan pada proses produksinya, tetapi pada sisi pemasaran yang belum bisa berkembang karena belum ada regulasi. Karena itu, kami akan segera menyusun Perbup sebagai dasar, termasuk mengatur harga dan peruntukannya," jelas Tika.
Kapasitas Produksi 30 Liter per Hari dari 50 Kilogram Sampah Plastik
Saat ini TPS3R Desa Margorejo mampu mengolah sekitar 50 kilogram sampah plastik menjadi 30 liter petasol setiap hari. Inovasi dengan teknologi pirolisis ini dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung pengelolaan sampah sekaligus menghasilkan energi alternatif.
Meski begitu, biaya operasional disebut masih sangat memprihatinkan dan kurang. Tika menegaskan hal ini butuh perhatian bersama, dan Perbup nantinya diharapkan mengatur harga, peruntukan, hingga kategori produk yang setara Dexlite.
Regulasi Jadi Kunci agar Inovasi Tidak Stagnan
Suyoto mengapresiasi langkah Bupati Kendal yang meninjau langsung proses produksi dan berkomitmen menyusun Perbup. Menurutnya, kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Kendal itu menjadi motivasi bagi pengelola untuk terus mengembangkan inovasi pengolahan sampah menjadi energi alternatif.
"Kami berterima kasih kepada Ibu Bupati yang telah menyempatkan hadir dan memonitor langsung kegiatan ini. Kehadiran beliau dan apa yang disampaikan beliau menambah semangat kami untuk terus mengembangkan inovasi ini demi kemajuan pengelolaan sampah di Kabupaten Kendal," pungkasnya.
Dengan adanya Perbup, pemerintah desa berharap pemasaran petasol bisa lebih luas dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi pengelola maupun masyarakat sekitar.