SEMARANG — Kerumunan warga mulai memadati kawasan PRPP Semarang sejak sore hari pada pembukaan Jateng Fair 2026, Jumat (26/6/2026). Mereka datang bukan hanya untuk menikmati konser musik, tetapi juga menjelajahi stan produk unggulan UMKM dan menyaksikan inovasi teknologi hasil riset mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
Direktur Utama PT PRPP Jawa Tengah (Perseroda), Shafigh Pahlevi Lontoh, menargetkan sekitar 15 ribu pengunjung setiap hari selama sepuluh hari penyelenggaraan, atau total 150 ribu orang hingga 5 Juli 2026. “Alhamdulillah semenjak tadi sore sudah banyak masyarakat Jawa Tengah, ibu-ibu, anak-anak, bapak-bapak berkunjung ke Jateng Fair 2026,” ujarnya.
Konsep Gratis dengan Wahana Keluarga dan Nobar Piala Dunia
Shafigh menjelaskan bahwa Jateng Fair dirancang sebagai ajang gratis yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat. Selain panggung hiburan dan pameran, pengelola menyediakan Kids Wonderland, berbagai wahana keluarga, serta agenda nonton bersama Piala Dunia 2026 yang bekerja sama dengan TVRI Jawa Tengah.
“Jateng Fair adalah free. Kami mengajak masyarakat menikmati sajian musik, pameran, inovasi, dan apa pun yang ada di sini, bahkan ada Kids Wonderland. Silakan nikmati bersama keluarga,” kata Shafigh.
Warga dan Mahasiswa Antusias: Stan Lebih Lengkap dari Tahun Lalu
Paustina, warga Semarang, mengaku setiap tahun selalu datang bersama suami dan anaknya. Ia sengaja hadir untuk menyaksikan penampilan Ndarboy Genk. “Tiap tahun saya ke sini bareng keluarga,” ujarnya, menilai Jateng Fair menawarkan berbagai pilihan hiburan dalam satu kawasan yang cocok untuk rekreasi keluarga.
Hal serupa dirasakan Iqbar yang datang bersama istri dan anaknya. Menurutnya, penyelenggaraan tahun ini lebih semarak dengan penataan stan yang lebih lengkap dibanding tahun sebelumnya. “Tadi baru masuk stan yang di Gedung Merapi. Rame sih, stannya juga cukup lengkap. Tahun kemarin juga ke sini,” katanya. Ia berencana kembali berkunjung karena isi pameran tahun ini dinilai lebih menarik.
Dari kalangan muda, Muhammad Rifqi Al Imron, mahasiswa Binus Semarang, mengaku antusias melihat beragam inovasi yang dipamerkan perguruan tinggi lain. “Pastinya seru, saya sebagai mahasiswa melihat banyak sekali inovasi-inovasi dari mahasiswa kampus lain. Kemudian ada dari kampus saya juga, dan banyak orang yang excited terhadap inovasi-inovasi para mahasiswa ini,” ungkapnya.
Gubernur: Jateng Fair Etalase untuk Menggerakkan Ekonomi Daerah
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa Jateng Fair bukanlah sekadar ajang hiburan tahunan. Ia menyebut pameran ini sebagai etalase yang memperlihatkan berbagai potensi pembangunan daerah untuk diamati dan dikembangkan.
“Jateng Fair ini merupakan etalasenya Provinsi Jawa Tengah untuk dilihat, diamati, dan dikembangkan,” kata Ahmad Luthfi. Menurutnya, penyelenggaraan ini diharapkan mampu memperluas promosi produk UMKM, mendorong lahirnya inovasi baru, serta menggerakkan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat.
Sejumlah musisi nasional turut memeriahkan gelaran ini, di antaranya Ndarboy Genk, Aftershine, Superman Is Dead (SID), Endank Soekamti, dan Guyon Waton.