JAWA TENGAH — Shin Tae-yong resmi menukangi Macan Kemayoran dengan satu misi utama: mengembalikan kejayaan klub ibu kota. Dalam pernyataan resminya di laman klub, pelatih asal Korea Selatan itu tidak ragu menyebut bahwa standar keberhasilan Persija tidak boleh setengah-setengah.
Mentalitas Berkorban Jadi Fondasi Utama
Shin menegaskan bahwa setiap pemain wajib menempatkan kepentingan tim di atas segalanya. Ia ingin melihat semangat juang tinggi di setiap laga, bahkan saat tim dalam tekanan.
“Para pemain harus berkorban demi tim. Semua pemain harus bermain dengan pemikiran bahwa mereka akan berlari selangkah lebih banyak daripada rekan setimnya,” kata Shin Tae-yong. “Jika begitu, hasil yang baik pasti akan mengikuti, dan fans yang tidak kamu duga pun akan menyambut.”
Contoh Nyata Pengorbanan di Lapangan
Pelatih berusia 57 tahun itu memberikan gambaran konkret mengenai bentuk pengorbanan yang ia harapkan. Ia mencontohkan seorang striker yang harus rela turun hingga ke kotak penalti sendiri untuk merebut bola saat tim kehilangan penguasaan.
“Maksud dari mau berkorban untuk tim adalah meskipun dia berada di posisi paling depan (striker), ketika dia kehilangan bola, dia mau turun sampai ke area penalti kami sendiri untuk melakukan tekel, merebut bola, dan membawanya kembali,” jelasnya. “Tentu tidak bisa dilakukan setiap saat, tetapi jika hal seperti itu muncul satu atau dua kali saja demi tim, itu akan membuat seluruh pemain menjadi satu dan berlari keras bersama.”
Target Juara Bukan Sekadar Ambisi
Bagi Shin, status Persija sebagai klub ibu kota dengan basis suporter masif membuat target juara menjadi sebuah keharusan. Ia menganggap ini soal harga diri dan martabat klub.
“Kesuksesan itu sebenarnya, karena ini tim ibu kota dan punya banyak fans, bukankah harus juara? Sukses adalah juara. Saya harus berani mengatakannya,” tegas Shin. “Sukses artinya harus juara. Sekarang adalah waktunya agar Persija bisa menjaga harga diri dan martabatnya. Itu pemikiran pribadi saya.”
Dengan fondasi disiplin dan semangat kolektif yang ditanamkan Shin Tae-yong, Persija Jakarta memasuki musim 2026/2027 dengan tekad baja. Seluruh elemen tim dituntut memberikan kemampuan terbaik di setiap kesempatan demi mewujudkan ambisi menjadi kampiun.