Pencarian

Investasi Rp 15 Triliun untuk Pabrik Kendaraan Listrik Mengalir ke Jawa Tengah, Target Serap 10.000 Tenaga Kerja

Senin, 15 Juni 2026 • 23:45:31 WIB
Investasi Rp 15 Triliun untuk Pabrik Kendaraan Listrik Mengalir ke Jawa Tengah, Target Serap 10.000 Tenaga Kerja
Investasi Rp 15 triliun untuk pabrik kendaraan listrik resmi dimulai di Jawa Tengah.

SEMARANG — Suntikan modal asing sebesar Rp 15 triliun untuk pengembangan kendaraan listrik (EV) di Jawa Tengah resmi dimulai. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara PT KIA Kendal dengan PT New Generation Mobility (NGM) serta PT NGM dengan PT China State Construction Engineering Corporation (CSCEC). Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, dan Bupati Kendal Dyah Kartika Permatasari turut menyaksikan acara tersebut di Kantor Gubernur, Senin (15/6/2026).

Investasi di Tengah Tekanan Fiskal

Gubernur Ahmad Luthfi mengakui geliat investasi di Jawa Tengah tetap tumbuh meskipun ada tekanan fiskal dan ketidakpastian geopolitik global. Menurutnya, proyek ini menyatukan dua sektor strategis: industri kendaraan listrik dan energi terbarukan.

"Investasi ini sudah mengarah ke teknologi industri terbarukan. Pemprov Jateng akan memberikan insentif pajak bagi kawasan industri yang menerapkan energi terbarukan," kata Ahmad Luthfi dalam keterangan tertulis.

Pabrik Terintegrasi: Baterai hingga Ban

Direktur Utama PT Kawasan Industri Seafer (KIS) Kendal Bryan W Sudarwo menjelaskan investasi ini akan membangun ekosistem EV yang lengkap. Mulai dari produksi baterai, ban, hingga suku cadang kendaraan listrik komersial dan sepeda motor listrik.

"Semua terintegrasi. Kami akan mengembangkan ini semua dengan restu Gubernur dan Bupati, guna mendukung penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan," ujarnya.

Prioritas Tenaga Kerja Lokal dan TKDN

Bryan menambahkan pengembangan KIS Kendal diproyeksikan menyerap sekitar 10.000 tenaga kerja. Pihaknya mengutamakan tenaga kerja dari daerah sekitar kawasan industri. Selain itu, mereka juga mendorong penggunaan komponen dalam negeri.

"Tenaga lokal kita utamakan. Pasti itu. Nanti akan ada transfer teknologi. Kami juga dorong Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 50%, jadi kita pakai semua sumber daya lokal," ujarnya.

Mengapa Investor Pilih Jawa Tengah?

Perwakilan PT NGM Hadi Hartanto mengungkapkan alasan pemilihan Jawa Tengah sebagai lokasi investasi. Posisi Jawa Tengah yang sentral di Pulau Jawa menjadi pertimbangan utama. Faktor keamanan dan kondusivitas daerah juga dinilai sangat baik.

"Mungkin jodoh. Kemudian keamanan sosial, di Jawa Tengah lebih aman dan tentram. Juga adanya KEK (kawasan ekonomi Kendal) yang memasukan banyak investor, juga kemudahan perizinan yang bagus di Jawa Tengah," tutupnya.

Potensi Besar Industri EV di Indonesia

Hadi menekankan industri EV di Indonesia memiliki prospek cerah di masa depan. Menurutnya, pengembangan harus dilakukan secara terintegrasi dan mempertimbangkan aspek hilirisasi. Tiga komponen utama yang harus diperkuat adalah motor, elektrikal, dan baterai.

"Tiga hal tersebut harus kuat kalau ingin mendorong transformasi ke kendaraan listrik," ujarnya menambahkan.

Bagikan
Sumber: news.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks