BATANG — Kritik keras soal kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilontarkan langsung oleh Bupati Batang M. Faiz Kurniawan. Ia menilai banyak aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Batang mengalami penurunan kreativitas karena sudah terlalu nyaman dengan fasilitas negara.
"Orang kalau sudah jadi PNS itu, Pak, mohon maaf, kreativitasnya itu biasanya menurun, Pak. Karena apa? Karena zona nyaman. Setiap bulan sudah dapat gaji, ada tunjangan, ya kan? Mau mikir kenceng sama mikir biasa gajinya sama, Pak. Akhirnya apa? Ya mending mikir yang biasa-biasa aja, yang aman-aman aja," ujar Faiz saat ditemui di Kantor Bupati Batang, Kamis (11/6).
Output Dinas Dinilai Monoton karena Keterbatasan Ide
Bupati Faiz menyoroti hasil kerja sejumlah dinas yang cenderung sama dari tahun ke tahun. Ia menilai pola kerja seperti ini membuat pelayanan kepada masyarakat tidak maksimal.
"Jangan semuanya dikerjakan sendiri oleh dinas, akhirnya apa? Output-nya monoton, gitu-gitu aja, dari tahun ke tahun penampilannya ya begitu-begitu aja, karena apa? Karena keterbatasan ide dan gagasan yang dimiliki oleh dinas," tegasnya.
Dinas Diminta Beralih Fungsi Jadi Fasilitator, Bukan Pelaksana Teknis
Menurut Faiz, fungsi utama instansi pemerintahan seharusnya adalah mendukung dari belakang, bukan mengerjakan semua hal secara teknis. Ia meminta dinas untuk mengubah cara kerja mereka.
"Dinas itu tugasnya adalah memfasilitasi, menganggarkan, mendampingi, mengawasi, bukan sebagai pelaksana teknis, apalagi yang sifatnya kreatif," terangnya.
Serahkan Urusan Kreatif ke Anak Muda di Komite Ekraf
Sebagai solusi, Bupati Batang mendorong kolaborasi aktif antara dinas dan Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf), terutama dalam penyelenggaraan acara atau event daerah. Langkah ini diharapkan mampu membawa angin segar bagi program-program pemerintah.
"Nah, makanya yang kreatif-kreatif ini serahkan kepada anak-anak muda ini, teman-teman komite ekonomi kreatif. Mereka ini yang punya passion, punya energi, punya ide-ide segar yang di luar kotak (out of the box)," ungkapnya.
Faiz berharap dinas cukup memberikan batasan dan anggaran, lalu memberikan ruang penuh bagi para pelaku ekraf untuk mengeksekusi konsepnya. "Jadi, dinas tinggal kasih koridornya, kasih anggarannya, biarkan mereka yang mengeksekusi dengan kreativitas mereka. Dengan begitu, acara-acara atau program yang kita buat itu bisa lebih menarik, lebih kekinian, dan bisa dinikmati oleh masyarakat luas, terutama generasi muda," pungkasnya.