JEPARA — Anak-anak dari keluarga kurang mampu di Jepara bakal memiliki akses pendidikan gratis di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT). Sekolah yang berlokasi di Buper Pakis Adhi, Kecamatan Pakis Aji, ini ditargetkan mulai menerima siswa pada tahun ajaran baru 2026/2027.
Kepala Dinsospermasdes Jepara, Moh Ali, mengatakan pembangunan gedung SRT saat ini tengah dikebut. “Targetnya tahun ajaran baru nanti (SRT) sudah bisa dimulai, pembangunan gedung ini sedang dikebut,” kata Ali saat dihubungi wartawan.
Asesmen Langsung ke Rumah Calon Siswa
Dinsospermasdes bersama Tim Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) telah melakukan asesmen untuk menjaring calon siswa. Proses pendataan dilakukan dengan mendatangi langsung rumah-rumah calon peserta didik yang masuk dalam basis data pemerintah pusat.
Prioritas utama diberikan kepada anak-anak dari keluarga kategori desil 1 dan desil 2. Dua kelompok ini merupakan warga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah di Jepara.
Rincian Kuota: 90 Siswa per Jenjang
Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Fakir Miskin (PSFM) Dinsospermasdes Jepara, Tri Mulyo Mardi Santoso, menjelaskan SRT akan menerima siswa untuk tiga jenjang pendidikan. Masing-masing jenjang—SD, SMP, dan SMA—mendapat jatah 90 siswa baru.
“Dari kuota 90 siswa, untuk SMP dari data terakhir yang berminat 167 anak, dan untuk yang SMA yang berminat 107 siswa,” ungkap Tri. Artinya, animo masyarakat cukup tinggi, terutama untuk jenjang SMP dan SMA.
Tambahan 75 Siswa dari Sekolah Rakyat Daerah
Selain siswa baru, SRT juga akan menampung 75 siswa dari Sekolah Rakyat Daerah (SRD) yang saat ini masih menempati Balai Latihan Kerja (BLK) Kecamatan Pecangaan. Dengan tambahan tersebut, total peserta didik yang akan menempati SRT mencapai 345 siswa.
Pemkab Jepara berharap keberadaan SRT mampu memperluas akses pendidikan bagi anak-anak kurang mampu. Sekolah ini juga menjadi bagian dari strategi pengentasan kemiskinan melalui sektor pendidikan di daerah.