JAWA TENGAH — Jagung sebanyak 10 ton itu dikirim menggunakan satu unit truk dari lokasi panen menuju Gudang Bulog Kota Singkawang yang berada di Jalan Sagatani, Kelurahan Sijangkung, Kecamatan Singkawang Selatan. Total muatan mencapai 200 karung, masing-masing berisi 50 kilogram jagung.
Polisi Turun Langsung Awasi Muat hingga Berangkat
Personel Polsek Singkawang Barat, Anton Ariatna dan Heru Triyanto, melakukan pemantauan langsung sejak proses pemuatan jagung ke atas truk hingga kendaraan meninggalkan lokasi menuju gudang tujuan. Pengawasan ketat ini dilakukan sekitar pukul 09.00 WIB.
Kapolsek Singkawang Barat, Lusiana Feni, menyatakan keterlibatan aparat kepolisian dalam distribusi hasil pertanian merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah di bidang ketahanan pangan nasional. “Kehadiran Polri bertujuan memberikan rasa aman kepada petani dan pelaku usaha dalam proses penyaluran hasil panen,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima, Senin.
Manfaat Langsung untuk Petani dan Pasokan Daerah
Dengan adanya pengawalan ini, hasil pertanian masyarakat diharapkan bisa terserap dengan baik oleh Bulog. Hal itu tidak hanya menguntungkan petani dari sisi kepastian distribusi, tetapi juga memperkuat ketersediaan pangan di Kota Singkawang dan sekitarnya.
Lusiana menambahkan, sinergi antara petani, pemerintah daerah, dan Polri dinilai mampu membuat rantai distribusi hasil pertanian berjalan lebih efektif. Langkah ini sekaligus menjadi komitmen bersama untuk memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu pilar pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Pengiriman jagung ini menjadi contoh konkret kolaborasi lintas sektor dalam menjaga ketahanan pangan dari tingkat hulu. Ke depan, pola pengawalan serupa diharapkan bisa diterapkan secara berkala, terutama saat musim panen raya tiba.