WONOGIRI — Halaman SDN 1 Pokoh Kidul berubah menjadi ajang luapan emosi saat pelepasan siswa kelas VI tahun 2026 digelar. Ratusan orang tua dan wali murid terlihat menyeka air mata ketika anak-anak mereka yang telah enam tahun menempuh pendidikan dasar resmi diantar melanjutkan ke jenjang berikutnya.
Doa Bersama Jadi Puncak Haru
Suasana yang semula hangat berubah menjadi khidmat saat sesi doa bersama dimulai. Para orang tua berdiri berhadapan dengan putra-putri mereka, tangan saling menggenggam erat. Banyak di antaranya tak mampu menahan tangis saat membisikkan doa dan nasihat perpisahan.
"Ada yang merangkul sambil berbisik memberikan nasihat, ada pula yang tak kuasa menahan tangis ketika menyampaikan doa terbaik untuk masa depan buah hati mereka," demikian keterangan yang dihimpun dari panitia acara.
Pesan Wali Kelas: 'Rasanya Baru Kemarin'
Wali kelas VI B, Tri Hartanti, menjadi salah satu sosok yang paling sulit menahan haru. Dalam sambutannya, ia mengenang perjalanan panjang mendidik para siswa sejak mereka masih anak-anak kecil.
"Waktu terasa begitu cepat berlalu. Rasanya baru kemarin melihat kalian datang sebagai anak-anak kecil, kini sudah siap melangkah ke jenjang yang lebih tinggi," ujar Tri Hartanti dengan suara bergetar.
Pesan itu sontak membuat sejumlah siswa dan guru lainnya ikut meneteskan air mata. Beberapa siswa terlihat menyeka pipi mereka sambil berusaha tersenyum.
Penampilan Spesial untuk Guru
Sebelum sesi haru, para siswa sempat menampilkan sejumlah persembahan spesial untuk para guru. Mereka membawakan lagu Hymne Guru, Terima Kasihku (Guruku), hingga lagu Guruku yang dipadukan dengan nuansa cover Aisyah Istri Rasulullah.
Penampilan tersebut mendapat tepuk tangan panjang dari para hadirin. Banyak guru tampak tersenyum bangga melihat anak didiknya yang kini percaya diri berdiri di atas panggung.
Harapan Kepala Sekolah dan Komite
Kepala SDN 1 Pokoh Kidul, Sigit Ari Wibowo, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putri mereka selama enam tahun terakhir.
"Semoga ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama belajar di sini dapat menjadi bekal berharga bagi anak-anak untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya," kata Sigit.
Ketua Komite SDN 1 Pokoh Kidul, Budi Prabowo, mengingatkan bahwa perjuangan pendidikan belum berakhir. Menurutnya, peran keluarga tetap menjadi faktor penting dalam menentukan masa depan anak-anak.
"Kami berharap para orang tua tetap mendampingi, membimbing, dan memberikan dukungan agar mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang berakhlak baik dan berprestasi," ucapnya.
Acara pelepasan ditutup dengan optimisme. Meski diwarnai kesedihan karena harus berpisah, para siswa kelas VI SDN 1 Pokoh Kidul kini bersiap melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, membawa bekal ilmu dan kenangan indah selama enam tahun di sekolah dasar.