Pencarian

Alih Fungsi Lahan di Klaten Capai 400 Hektare, DKPP Siapkan Siasat Jaga Luas Panen Padi

Selasa, 02 Juni 2026 • 00:06:59 WIB
Alih Fungsi Lahan di Klaten Capai 400 Hektare, DKPP Siapkan Siasat Jaga Luas Panen Padi
Alih fungsi lahan di Klaten mencapai 400 hektare, menjadi perhatian serius ketahanan pangan daerah.

KLATEN — Angka alih fungsi lahan di Klaten yang tembus 400 hektare menjadi alarm bagi ketahanan pangan daerah. DKPP Klaten pun tak tinggal diam, mereka menyiapkan strategi agar luas panen padi tidak tergerus lebih dalam lagi.

Data terbaru dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) menunjukkan, luas lahan pertanian di Klaten pada tahun lalu berada di angka 30.070 hektare. Angka ini terus menyusut seiring maraknya pembangunan perumahan dan infrastruktur yang mengubah sawah menjadi lahan non-pertanian.

Siasat DKPP: Intensifikasi dan Perbaikan Irigasi

Kepala DKPP Klaten, Widiyanti, mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa hanya mengandalkan perluasan lahan. Sebab, laju konversi lahan sulit dibendung sepenuhnya. "Kami fokus pada intensifikasi, bukan ekstensifikasi. Artinya, kami akan meningkatkan produktivitas lahan yang ada," ujarnya.

Salah satu siasat utama adalah memperbaiki jaringan irigasi. Sawah yang airnya terjamin, kata Widiyanti, bisa panen hingga tiga kali setahun. DKPP juga mendorong petani menggunakan varietas padi unggul yang lebih tahan hama dan berumur pendek, sehingga frekuensi tanam bisa ditingkatkan.

Pola Tanam Diatur Agar Panen Tak Terputus

Selain irigasi, DKPP Klaten juga mengatur pola tanam secara ketat. Petani didorong untuk tidak menanam secara serempak agar pasokan padi tetap stabil sepanjang tahun. "Kalau semua petani tanam bersamaan, panen raya hanya terjadi sekali. Ini yang coba kami atur," jelas Widiyanti.

Dengan pola tanam yang diatur, luas panen padi di Klaten diharapkan tetap terjaga meski lahan sawah terus berkurang. DKPP juga menggandeng penyuluh pertanian lapangan untuk mendampingi petani di 26 kecamatan.

Ancaman Nyata bagi Ketahanan Pangan Lokal

Alih fungsi lahan di Klaten bukan persoalan baru. Dalam lima tahun terakhir, sawah-sawah produktif di pinggiran kota banyak berubah menjadi perumahan dan kawasan industri. Jika tidak diantisipasi, bukan tidak mungkin Klaten yang dikenal sebagai lumbung padi justru akan kesulitan memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.

Widiyanti menambahkan, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan BPN dan pemerintah kabupaten untuk memperketat izin alih fungsi lahan. "Tapi yang paling penting, petani harus tetap semangat menanam. Kami akan terus mendampingi," pungkasnya.

Bagikan
Sumber: radarsolo.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks