BOYOLALI — Delapan orang telah dimintai keterangan oleh penyidik Satreskrim Polres Boyolali terkait kematian seorang warga Desa Sindon yang diduga kuat akibat mengonsumsi sate ayam kiriman. Namun, penyebab pasti masih menjadi tanda tanya besar karena hasil laboratorium dari Dokpol Polda Jateng belum keluar.
Peristiwa ini menyita perhatian warga Boyolali dan sekitarnya. Seorang pria dewasa dilaporkan meninggal dunia tak lama setelah menyantap sate ayam yang dikirimkan oleh seseorang. Keluarga korban menduga ada kejanggalan dalam kematian tersebut, sehingga melaporkannya ke polisi.
Delapan Saksi Diperiksa, Polisi Tunggu Hasil Lab
Penyidik tidak tinggal diam. Sejak laporan diterima, delapan orang saksi telah diperiksa secara intensif. Mereka terdiri dari anggota keluarga korban, tetangga, serta pihak yang diduga mengirimkan sate tersebut.
“Pemeriksaan saksi masih terus kami lakukan untuk mengumpulkan alat bukti,” ujar sumber dari Satreskrim Polres Boyolali, Selasa. Namun, kunci utama pengungkapan kasus ini ada pada hasil uji laboratorium terhadap spesimen biologi dan otopsi yang kini berada di tangan Dokpol Polda Jateng.
Hasil Otopsi Jadi Penentu: Keracunan atau Bukan?
Pertanyaan besar yang mengemuka di tengah masyarakat adalah: apakah kematian ini murni karena keracunan makanan, atau ada unsur pidana di dalamnya? Tanpa hasil otopsi, semua masih bersifat dugaan.
Polisi belum bisa memastikan kandungan apa pun dalam sate ayam yang dikonsumsi korban. Apakah terdapat zat berbahaya, bakteri, atau racun tertentu? Semua jawaban itu akan terjawab setelah laporan dari Dokpol Polda Jateng diterima.
Warga Desa Sindon Gelisah, Keluarga Minta Keadilan
Kematian mendadak ini membuat warga Desa Sindon waswas. Sebagian warga mengaku khawatir jika ada praktik peracunan yang melibatkan makanan kiriman. “Kami jadi lebih hati-hati sekarang, apalagi kalau ada kiriman makanan dari orang yang tidak jelas,” ujar seorang tetangga korban.
Keluarga korban berharap polisi bekerja cepat dan transparan. Mereka ingin penyebab kematian anggota keluarganya terungkap jelas, bukan berakhir tanpa kepastian. “Kami percaya polisi, tapi tolong jangan ada yang ditutup-tutupi,” kata perwakilan keluarga.
Polres Boyolali berjanji akan merilis hasil penyelidikan secara resmi setelah semua data forensik lengkap. Sampai saat itu tiba, warga hanya bisa menunggu dan berharap tidak ada lagi kejadian serupa.