KARANGANYAR — Komisi B DPRD Karanganyar mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk memperkuat strategi pemasaran produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Dorongan ini muncul agar produk buatan pelaku UMKM setempat mendapat prioritas utama di kawasan wisata yang ada di Karanganyar. Langkah ini dinilai krusial untuk meningkatkan daya saing dan serapan produk lokal di tengah gempuran barang dari luar daerah.
Prioritas Produk Lokal di Destinasi Wisata
Anggota Komisi B DPRD Karanganyar menekankan bahwa setiap destinasi wisata, mulai dari kawasan lereng Lawu hingga objek wisata buatan di perkotaan, harus menjadi etalase bagi produk UMKM. Mereka meminta Pemkab untuk membuat regulasi atau imbauan tegas kepada pengelola tempat wisata agar menyediakan ruang khusus bagi produk lokal. Langkah ini diyakini bisa menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan yang langsung dirasakan pelaku UMKM.
“Kami ingin produk lokal tidak hanya dipajang di pameran, tetapi benar-benar terserap di pasar riil, terutama di sektor pariwisata yang menjadi andalan Karanganyar,” ujar salah satu anggota Komisi B DPRD Karanganyar.
Strategi Pemasaran Digital dan Offline Perlu Diperkuat
Selain akses pasar fisik, DPRD juga mendorong Pemkab untuk memperkuat pemasaran digital bagi UMKM. Pelatihan penggunaan platform e-dagang dan optimalisasi media sosial dinilai penting untuk memperluas jangkauan pasar. DPRD meminta Dinas Koperasi dan UMKM untuk mengintegrasikan program pembinaan dengan kebutuhan pasar wisatawan yang mayoritas mencari oleh-oleh khas daerah.
Pemkab Karanganyar sendiri sebelumnya telah memiliki program-program pembinaan UMKM, namun DPRD menilai implementasi di lapangan masih perlu ditingkatkan. Keberadaan produk lokal di pusat oleh-oleh dan pasar wisata dinilai masih kalah dominan dibandingkan produk dari luar daerah.
Dampak Langsung bagi Pelaku UMKM Karanganyar
Kebijakan prioritas produk lokal di kawasan wisata diharapkan mampu meningkatkan omzet pelaku UMKM secara signifikan. Karanganyar yang memiliki puluhan destinasi wisata, termasuk objek wisata alam terkenal, menjadi pasar potensial yang belum tergarap maksimal. Dengan adanya desakan dari DPRD, para pelaku UMKM berharap ada tindak lanjut konkret berupa pendampingan dan akses permodalan yang lebih mudah.
Komisi B DPRD Karanganyar berencana memanggil Dinas terkait dalam waktu dekat untuk membahas peta jalan penguatan pemasaran UMKM. Mereka meminta agar program ini memiliki target yang terukur dan jangka waktu yang jelas, bukan sekadar wacana tahunan.