Pencarian

Wali Kota Semarang Luncurkan Program “Waras Ekonomi”, 1 Platform Digital Hubungkan Ribuan UMKM agar Naik Kelas

Senin, 01 Juni 2026 • 12:37:01 WIB
Wali Kota Semarang Luncurkan Program “Waras Ekonomi”, 1 Platform Digital Hubungkan Ribuan UMKM agar Naik Kelas
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng meluncurkan platform digital Waras Ekonomi untuk mendukung UMKM naik kelas.

SEMARANG — Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng resmi menginisiasi Program Strategis “Waras Ekonomi”, sebuah platform digital yang menyatukan seluruh pelaku UMKM di kota ini dalam satu ekosistem terpadu. Langkah ini ditempuh untuk mempercepat proses naik kelas para pedagang kecil dan menengah yang selama ini terkendala akses pasar dan permodalan.

“Waras Ekonomi hadir sebagai solusi agar UMKM Semarang tidak lagi berjalan sendiri-sendiri. Kami ingin mereka terhubung, saling memperkuat, dan punya akses yang sama terhadap peluang ekonomi,” ujar Agustina dalam keterangan resmi yang diterima di Semarang, belum lama ini.

Platform Digital yang Menyatukan Pembiayaan, Pemasaran, dan Pendampingan

Tidak sekadar wadah promosi, platform Waras Ekonomi mengintegrasikan tiga layanan utama: akses permodalan dari perbankan dan koperasi, pemasaran produk secara digital, serta pendampingan usaha dari dinas terkait. Para pelaku UMKM cukup mendaftar sekali untuk bisa mengakses seluruh fasilitas tersebut.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang menyebutkan bahwa saat ini sudah lebih dari 2.000 pelaku usaha terdaftar di platform tersebut. Jumlah itu diperkirakan terus bertambah seiring sosialisasi ke 16 kecamatan di Semarang.

Mengapa Program Ini Dibutuhkan Sekarang?

Selama dua tahun terakhir, banyak UMKM di Semarang yang kesulitan bangkit pascapandemi. Kendala klasik seperti keterbatasan modal, rendahnya literasi digital, dan sulitnya menembus pasar modern menjadi penghambat utama. Waras Ekonomi dirancang untuk menjawab tiga masalah itu sekaligus dalam satu genggaman.

Agustina menambahkan bahwa program ini juga menjadi bagian dari visi jangka panjang Pemkot Semarang untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif. “Kami ingin UMKM bukan hanya bertahan, tapi tumbuh. Waras Ekonomi adalah kendaraan untuk sampai ke sana,” katanya.

Dampak Langsung: Dari Warung ke Pasar Digital

Salah satu pedagang kain di Pasar Johar, Sumarni (42), mengaku baru pertama kali bisa menjual produknya secara online setelah bergabung dengan platform ini. “Dulu cuma bisa jualan di kios. Sekarang barang saya bisa dilihat orang sampai luar kota. Lumayan, omzet naik 30 persen dalam sebulan,” ujarnya.

Pemkot Semarang menargetkan pada akhir 2026, sebanyak 10.000 UMKM sudah terdaftar dan aktif bertransaksi melalui Waras Ekonomi. Untuk mencapai target itu, pelatihan literasi digital bakal digelar secara rutin di setiap kelurahan.

Apa Langkah Selanjutnya?

Setelah peluncuran perdana, Pemkot Semarang akan menggandeng marketplace nasional dan lembaga keuangan mikro untuk memperluas jangkauan platform. Rencananya, fitur logistik dan pengiriman barang juga akan ditambahkan dalam beberapa bulan ke depan.

Agustina berharap Waras Ekonomi tidak hanya menjadi alat transaksi, tetapi juga menjadi simpul kebangkitan ekonomi warga Semarang dari level paling bawah. “Kalau UMKM kuat, kota ini kuat. Ekonomi kerakyatan harus jadi tulang punggung, bukan sekadar pelengkap,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: radarsemarang.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks