Pencarian

Tragedi Glamping Posong Temanggung: Satu Keluarga Tewas, Bagas Amar Hakiki Fotografer Keraton Yogya Jadi Korban

Jumat, 29 Mei 2026 • 19:04:24 WIB
Tragedi Glamping Posong Temanggung: Satu Keluarga Tewas, Bagas Amar Hakiki Fotografer Keraton Yogya Jadi Korban
Bagas Amar Hakiki, fotografer Keraton Yogyakarta, menjadi korban dalam tragedi glamping di Posong Temanggung.

TEMANGGUNG — Kabar duka menyelimuti dunia fotografi dan akademisi Yogyakarta. Bagas Amar Hakiki, mahasiswa UGM yang kerap mengabadikan momen-momen di lingkungan Keraton Yogyakarta, menjadi salah satu korban dalam peristiwa tewasnya satu keluarga saat tengah berlibur glamping di Posong, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Peristiwa ini terjadi beberapa waktu lalu dan langsung mengundang perhatian publik. Pasalnya, seluruh anggota keluarga yang tengah menikmati liburan di kawasan wisata lereng Gunung Sindoro itu ditemukan meninggal dunia di lokasi glamping. Hingga berita ini diturunkan, polisi masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap penyebab pasti di balik tragedi tersebut.

Korban: Fotografer Muda Keraton yang Sedang Menempuh Pendidikan

Bagas Amar Hakiki bukanlah nama asing di kalangan pegiat seni dan budaya Yogyakarta. Ia dikenal sebagai fotografer yang kerap mendokumentasikan berbagai kegiatan resmi dan tradisi di lingkungan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Selain aktif di dunia fotografi, Bagas juga tercatat sebagai mahasiswa di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Kepergian Bagas bersama keluarganya meninggalkan duka mendalam bagi rekan-rekan sesama fotografer dan civitas akademika UGM. Banyak yang mengenangnya sebagai sosok yang ramah dan memiliki dedikasi tinggi terhadap dunia fotografi budaya.

Glamping Berujung Maut: Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Posong, yang dikenal dengan pemandangan sunrise dan hamparan bunga edelweis, merupakan salah satu destinasi wisata favorit di Temanggung. Namun, momen liburan yang seharusnya indah berubah menjadi tragedi. Satu keluarga ditemukan tewas di tenda glamping yang mereka tempati.

Polres Temanggung langsung bergerak cepat. Tim identifikasi dan unit Reskrim telah diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Beberapa barang bukti diamankan untuk membantu proses penyelidikan.

Polisi Masih Tutup Mulut soal Penyebab Kematian

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih enggan berspekulasi mengenai penyebab kematian korban. Kapolres Temanggung melalui Kasat Reskrim menyebutkan bahwa pihaknya masih menunggu hasil autopsi dan uji laboratorium untuk memastikan penyebab pasti tewasnya satu keluarga tersebut.

“Kami masih melakukan penyelidikan secara menyeluruh. Kami belum bisa menyimpulkan apa pun sebelum hasil forensik keluar,” ujar salah satu petugas di lokasi. Tidak ada tanda-tanda kekerasan yang ditemukan di awal, sehingga dugaan sementara mengarah pada faktor lain seperti keracunan atau kondisi lingkungan.

Duka di Dua Dunia: Akademisi dan Budayawan Kehilangan

Kepergian Bagas menjadi pukulan telak bagi dua komunitas sekaligus. Di kampus UGM, ia dikenal sebagai mahasiswa aktif. Di Keraton Yogyakarta, ia adalah dokumentator visual yang andal. Banyak kolega yang menyampaikan belasungkawa dan doa melalui media sosial, mengenang momen-momen kebersamaan dengan almarhum.

“Ini kehilangan besar. Bagas bukan hanya fotografer, tapi juga seorang yang mencintai budaya,” tulis salah satu rekannya. Tragedi ini menjadi pengingat bahwa liburan di alam terbuka pun tetap memerlukan kewaspadaan ekstra terhadap kondisi lingkungan dan kesehatan.

Bagikan
Sumber: radarsemarang.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks