SALATIGA — Seekor sapi berbobot nyaris setengah ton itu berdiri di halaman kampus UIN Salatiga, menjadi pusat perhatian sivitas akademika dan warga sekitar. Bukan sekadar hewan kurban biasa, sapi seberat 480 kilogram itu merupakan wujud nyata sinergi antara dunia perbankan dan pendidikan tinggi di Kota Salatiga.
Daging Kurban untuk Warga Kampus dan Masyarakat Sekitar
Bank Jateng Syariah, melalui program rutin tahunannya, menyerahkan sapi tersebut kepada UIN Salatiga beberapa waktu lalu. Hewan kurban ini rencananya akan disembelih dan dagingnya didistribusikan kepada mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta warga masyarakat yang tinggal di lingkungan kampus.
“Kegiatan kurban ini rutin kami lakukan sebagai bentuk kontribusi perusahaan kepada masyarakat dan lembaga pendidikan. Selain berbagi, program ini juga diharapkan mempererat hubungan kelembagaan,” ujar perwakilan Bank Jateng Syariah dalam keterangan yang diterima.
Lebih dari Sekadar Tradisi Tahunan
Pemilihan UIN Salatiga sebagai mitra penyaluran kurban bukan tanpa alasan. Kampus ini dinilai memiliki ekosistem yang tepat untuk menyalurkan manfaat secara luas. Dari satu ekor sapi, puluhan hingga ratusan keluarga bisa merasakan daging segar di hari raya.
Bagi mahasiswa yang tinggal di kos-kosan sekitar kampus, momen ini kerap dinanti. Mereka tak harus pulang kampung untuk bisa menikmati hidangan Iduladha. “Setiap tahun ada saja pembagian daging di kampus. Ini sangat membantu kami yang tidak mudik,” ujar seorang mahasiswa yang enggan disebut namanya.
Sinergi Perbankan Syariah dan Pendidikan: Apa Dampaknya?
Program kurban ini menjadi contoh kecil bagaimana institusi keuangan syariah bisa hadir langsung di tengah masyarakat akademik. Bagi Bank Jateng Syariah, langkah ini juga menjadi ajang memperkenalkan layanan perbankan syariah kepada generasi muda.
Sejumlah dosen menilai, kerja sama semacam ini perlu diperluas. Tidak hanya soal kurban, tetapi juga program literasi keuangan syariah, magang mahasiswa, atau riset bersama. “Ini pintu masuk. Kalau sudah saling percaya, peluang kerja sama lain akan terbuka,” kata seorang pengamat ekonomi syariah dari UIN Salatiga.
Salatiga dan Tradisi Berbagi yang Mengakar
Kota Salatiga memang dikenal memiliki tradisi berbagi yang kuat saat Iduladha. Banyak perusahaan, organisasi, dan perorangan yang menitipkan hewan kurban untuk disembelih dan dibagikan ke warga kurang mampu. Di kampus-kampus, tradisi ini menjadi ajang pembelajaran langsung bagi mahasiswa tentang nilai-nilai kepedulian sosial.
Dengan bobot 480 kilogram, sapi dari Bank Jateng Syariah menjadi salah satu hewan kurban terbesar yang masuk ke lingkungan UIN Salatiga tahun ini. Dagingnya diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan ratusan penerima manfaat, mulai dari keluarga mahasiswa kurang mampu hingga warga sekitar kampus.
Apa Selanjutnya bagi UIN Salatiga dan Bank Jateng Syariah?
Penyerahan sapi kurban ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih erat. Pihak kampus membuka peluang untuk kerja sama di bidang pengembangan sumber daya manusia dan program pemberdayaan ekonomi berbasis syariah. Sementara itu, Bank Jateng Syariah menegaskan komitmennya untuk terus mendukung institusi pendidikan di Jawa Tengah.
Di tengah hiruk-pikuk perayaan Iduladha, satu ekor sapi telah menjembatani dua dunia: perbankan dan pendidikan. Dan bagi warga Salatiga, daging kurban itu bukan sekadar protein hewani—ia adalah simbol bahwa kepedulian sosial bisa datang dari mana saja, termasuk dari lembaga keuangan yang selama ini identik dengan angka dan transaksi.