SOLO — Pemerintah Kota Solo tengah membuka pintu kerja sama dengan Australia dalam penyaluran tenaga kerja, program magang, hingga investasi digital. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan parlemen Australia ke Solo Techno Park yang disebut-sebut menarik perhatian delegasi asing.
Wakil Ketua Parlemen Australia Selatan, Dan Cregan, disebut antusias melihat potensi sumber daya manusia dan infrastruktur teknologi yang dimiliki Kota Bengawan. Ia menilai Solo Techno Park sebagai ekosistem yang matang untuk menjadi pintu masuk investasi digital dan pengembangan talenta muda.
Apa Saja Bidang yang Dilirik Australia?
Kerja sama ini tidak hanya menyasar tenaga kerja sektor informal. Pemerintah Kota Solo menyebut ada tiga bidang utama yang tengah dijajaki: penempatan tenaga kerja terampil, program magang bagi lulusan vokasi, dan kolaborasi investasi di bidang teknologi digital.
Solo Techno Park menjadi titik tumpu. Kawasan ini selama ini dikenal sebagai pusat inkubasi startup dan pelatihan teknologi. Keberadaannya disebut menjadi daya tarik tersendiri bagi parlemen Australia saat melakukan kunjungan kerja beberapa waktu lalu.
Dampak bagi Pencari Kerja dan UMKM Digital
Jika terealisasi, kerja sama ini bisa menjadi angin segar bagi ribuan pencari kerja di Solo yang selama ini kesulitan menembus pasar kerja luar negeri. Program magang juga membuka peluang transfer pengetahuan, terutama di bidang teknologi informasi dan ekonomi kreatif.
Pelaku UMKM digital di Solo juga berpotensi diuntungkan. Investasi digital dari Australia bisa memperkuat infrastruktur teknologi lokal, mempercepat digitalisasi usaha kecil, dan membuka akses ke pasar ekspor yang lebih luas.
Respons Pemkot: Masih Dalam Tahap Penjajakan
Pihak Pemkot Solo menyatakan kerja sama ini masih dalam tahap awal. Mereka belum merinci jumlah tenaga kerja yang akan diberangkatkan atau jadwal pasti pelaksanaan program. Namun, optimisme cukup tinggi mengingat respons positif dari delegasi Australia saat meninjau langsung Solo Techno Park.
“Kami melihat ini sebagai peluang strategis. Bukan hanya untuk pengiriman tenaga kerja, tapi juga untuk memperkuat posisi Solo sebagai kota digital di tingkat internasional,” ujar seorang pejabat Pemkot yang enggan disebutkan namanya.
Yang Perlu Disiapkan Pencari Kerja
Bagi warga Solo yang berminat, persiapan kompetensi teknis dan kemampuan bahasa Inggris menjadi syarat utama. Pemerintah daerah berencana menggandeng lembaga pelatihan vokasi untuk menyiapkan calon tenaga kerja agar memenuhi standar industri Australia.
Kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada nota kesepahaman. Jika berjalan mulus, Solo bisa menjadi salah satu daerah percontohan di Indonesia untuk kemitraan tenaga kerja dan investasi digital dengan negara maju.