WONOGIRI — Pembangunan jalan penghubung di wilayah pelosok Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, akhirnya rampung setelah melalui program TMMD Sengkuyung Tahap II. Jalan sepanjang satu kilometer yang menghubungkan Dusun Sanggrahan dan Dusun Janganti di Desa Hargantoro itu diresmikan pada Kamis (21/5/2026).
Anggaran Rp565 Juta dari Dua Sumber Pendanaan
Proyek infrastruktur desa ini menelan total anggaran Rp565 juta. Rinciannya, Rp165 juta bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah dan Rp400 juta dari APBD Kabupaten Wonogiri.
Selain rabat jalan, proyek TMMD juga mencakup pembangunan talud penahan yang berfungsi menjaga ketahanan konstruksi, terutama saat musim hujan. Hal ini menjadi perhatian utama mengingat kontur tanah di wilayah perbukitan Wonogiri yang rawan longsor.
Harapan Warga: Akses Pertanian dan Mobilitas Harian
Kepala Desa Hargantoro, Warto, menyebut bahwa jalan ini merupakan akses utama bagi warga Dusun Sanggrahan dan Dusun Janganti menuju pusat pemerintahan Kecamatan Tirtomoyo. Sebelumnya, warga harus menempuh jalur alternatif yang lebih jauh dan rusak.
“Jalan ini, akses utama warga Dusun Sanggrahan dan Dusun Janganti menuju pusat pemerintahan Kecamatan Tirtomoyo,” kata Warto.
Wabup Wonogiri Imron Rizkyarno yang hadir dalam peresmian menekankan bahwa keberadaan jalan ini akan memperlancar distribusi hasil pertanian, mobilitas masyarakat, dan membuka potensi ekonomi lokal di wilayah Hargantoro dan sekitarnya.
TMMD: Bukan Sekadar Beton, tapi Penggerak Ekonomi Desa
Dandim 0728 Wonogiri Rodricho Ivan Pattihahuan menegaskan bahwa program TMMD tidak hanya berorientasi pada hasil fisik semata. Menurutnya, pembangunan infrastruktur ini diarahkan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi desa.
“Jalan serta sasaran fisik hasil TMMD Sengkuyung diharapkan mampu mengembangkan ekonomi desa sekitar,” ujar Rodricho.
Dengan terbukanya akses baru ini, warga tidak hanya mendapatkan kemudahan mobilitas, tetapi juga peluang lebih luas untuk mempercepat distribusi hasil pertanian dan meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kecamatan Tirtomoyo.