TEGAL — Kemeriahan kirab budaya memecah rutinitas pagi di Kabupaten Tegal. Ribuan warga berjejer di sepanjang jalan menyaksikan arak-arakan pusaka, drum band, hingga gamelan yang mengiringi prosesi Hari Jadi ke-425 Kabupaten Tegal.
Pusaka Tumbak Kyai Plered Jadi Iring-Iringan Utama
Kirab dimulai dari Rumah Dinas Bupati Tegal. Pusaka Tumbak Kyai Plered menjadi pusat perhatian dalam iring-iringan, diikuti oleh paskibraka dan berbagai kelompok seni tradisional. Masyarakat yang memadati rute tampak antusias menyaksikan rombongan Forkopimda yang menaiki kereta kuda.
Polres Tegal Tidak Hanya Jaga Keamanan
Di balik kemeriahan, personel Polres Tegal disiagakan di sepanjang jalur kirab untuk memastikan kelancaran dan ketertiban acara. Namun, keterlibatan Polri tidak berhenti di situ. Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo bersama istri justru ikut serta dalam barisan kirab, menaiki kereta kuda bersama Bupati dan pejabat daerah lainnya.
“Polri hadir tidak hanya dalam tugas pengamanan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang ikut menjaga dan melestarikan budaya daerah,” ujar Kapolres Tegal dalam kesempatan tersebut.
Sinergi Aparat dan Pemerintah Daerah dalam Pelestarian Budaya
Partisipasi langsung Kapolres dalam kirab budaya ini dinilai sebagai pendekatan humanis Polri untuk mempererat hubungan dengan masyarakat. Kehadiran AKBP Bayu Prasatyo di tengah warga menjadi pesan bahwa pelestarian budaya bukan hanya tugas pemerintah daerah, melainkan juga aparat keamanan.
Rangkaian acara Hari Jadi ke-425 Kabupaten Tegal tidak berhenti pada kirab. Setelah prosesi arak-arakan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan pusaka kepada Bupati Tegal dan Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tegal. Acara ini menjadi momentum penguatan identitas budaya di tengah arus modernisasi.