SEMARANG — Pencarian Maryam, warga Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, yang hanyut akibat jebolnya tanggul Sungai Plumbon pada Jumat malam, terpaksa dihentikan sementara. Kendala utama di lapangan adalah derasnya arus sungai dan minimnya penerangan di lokasi kejadian.
Kronologi Kejadian: Tanggul Jebol, Lansia Terseret Banjir
Tanggul Sungai Plumbon yang berada tepat di depan rumah Maryam dilaporkan jebol sekitar pukul 18.30 WIB. Debit air meningkat drastis akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Semarang dan sekitarnya.
"Informasinya beliau ada di depan rumah, kemudian tersapu air banjir," kata seorang warga di lokasi kejadian. Aliran air deras dari sungai menuju saluran irigasi dan area tambak membuat korban tidak sempat menyelamatkan diri.
Penyisiran Belah Ketupat, Hasil Nihil
Upaya pencarian dilakukan dengan menyisir jalur aliran air dari depan rumah korban hingga kawasan persawahan dan tambak di belakang permukiman. Tim gabungan juga telah melakukan pemetaan lokasi untuk mempercepat proses pencarian.
Kapolsek Tugu, Fajar Widiyanto, mengakui bahwa proses mapping dan penyisiran telah dilakukan secara menyeluruh. Namun hingga menjelang tengah malam, keberadaan korban belum berhasil ditemukan.
"Mapping sudah dilakukan, namun sampai hampir tengah malam korban belum ditemukan," jelasnya.
Keselamatan Petugas Jadi Prioritas
Camat Tugu, Muhammad Mirzaq Effendi, menegaskan bahwa penghentian pencarian dilakukan demi keselamatan petugas. Arus sungai dari jebolan tanggul ke arah permukiman dinilai masih sangat kuat dan berbahaya.
"Kita akan lakukan pencarian lanjutan besok, karena saat ini arus sungai dari jebolan tanggul ke arah permukiman masih sangat deras," ujarnya. Fokus pencarian ke depan diarahkan di sekitar belakang rumah korban hingga jalur irigasi yang terhubung ke area tambak warga.
Kendala Lapangan: Arus Deras, Area Luas, Minim Cahaya
Selain arus deras, luasnya area sawah dan tambak serta kondisi penerangan yang sangat terbatas pada malam hari menjadi kendala utama. Tim gabungan memutuskan untuk menghentikan pencarian sementara dan akan melanjutkannya pada Sabtu pagi.
"Kendala kami arus cukup deras, minim penerangan dengan cakupan yang luas, sementara kita hentikan dan dilanjutkan Sabtu pagi," pungkas Kapolsek Tugu, Fajar Widiyanto.