SEMARANG — Jalan ambles terjadi di Jalan Honggowongso, Kelurahan Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan, sekitar pukul 00.00 WIB. Badan jalan yang diduga merupakan jembatan kecil berlapis aspal itu runtuh dan membentuk lubang berukuran 4 x 5 meter. Seorang pemotor yang melintas di lokasi minim penerangan langsung jatuh ke dalam lubang sedalam dua meter.
Warga berdatangan setelah mendengar suara benturan keras. Serpihan kendaraan korban masih terlihat di dasar lubang saat pertolongan pertama diberikan. Lurah Purwoyoso, Agus Riyanto, membenarkan peristiwa tersebut.
"Ada satu korban sepeda motor masuk terperosok. Sudah ditangani pihak rumah sakit," ujar Agus.
Kekhawatiran Warga Sejak Lama Tak Direspons
Kerusakan di ruas jalan itu bukan hal baru. Warga mengaku sudah lama mengeluhkan kondisi aspal yang mulai rapuh, terutama setelah kawasan Jerakah dan Kedungpane menutup portal. Alhasil, truk dan bus dialihkan melewati jalur ini setiap hari.
"Kalau belum ada korban biasanya dianggap biasa. Sekarang sudah ada motor masuk ke lubang, siapa yang mau tanggung jawab?" kata Budi, salah seorang warga.
Akses Ditutup Total, Arus Lalu Lintas Dialihkan
Khawatir terjadi ambles susulan, warga bersama aparat kelurahan menutup total Jalan Honggowongso. Arus kendaraan dari Ngaliyan menuju Klampisan maupun sebaliknya kini dialihkan ke jalur alternatif.
"Hari ini kita tutup total karena khawatir terjadi ambrol susulan," ujar Agus.
Apa Langkah Pemkot Semarang Selanjutnya?
Penanganan jalan ambles ini masih menunggu pemeriksaan teknis dari instansi terkait. Warga mendesak pemerintah tidak hanya bergerak setelah kejadian viral atau memakan korban. Mereka meminta evaluasi menyeluruh terhadap jalur-jalur rawan ambles di Kota Semarang, khususnya yang kerap dilalui kendaraan berat.
Pemeriksaan kondisi jalan dan drainase secara berkala dinilai mendesak agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi di titik lain.